MATATELINGA, Medan :Sampah plastik merupakan salah satu permasalahan utama yang dihadapi dalampengelolaan sampah di Indonesia, tidak terkecuali di Sumatra Utara, khususnya Kota Medan.Tiga perusahaan swasta melakukan Peluncuran Program Kolaborasi dan Perkumpulan Arta Jaya Dalam Mendukung program Pengelolaan sampah plastik rumah kompos dan bank sampah Induk Sicanang. di kelurahan Sicanang, Kecamatan Medan Belawan, Rabu, (25/10/2023).BACAJUGA
https://www.matatelinga.com/Berita-Sumut/kapolres-pelabuhan-belawan-dan-kapolrestabes-medan-cek-gudang-kpu-kota-medan-untuk-kesiapan-pemilu-2024Pada tahun 2022, jumlah timbunan sampah di Kota Medan mencapai 1.722,60 ton per hari atau setara dengan 628.749,22 ton per tahun, dengan hanya 9.35% sampah yang berhasil didaur ulang dan sisanya berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), serta berpotensi mencemari lingkungan.Dari hasil sampling, komposisi sampahnya meliputi 48% sampah organik, 17% sampah kertas, 14% sampah plastik, dan sisanya sampah lain-lain.Untuk mencapai target Kota Medan sebagai Zero Waste City, ditargetkan 30% timbulan sampah dapat dikurangi pada 2030, salah satunya dengan meningkatkan sistem bank sampah dan mengembangkan sistem pengelolaan sampah komunitas.Sebagai upaya mengatasi permasalahan tersebut, tiga perusahaan swasta, yaitu Nutrifood, Indofood, dan DNPIndonesia berkolaborasi memberikan dukungan kepada Perkumpulan Arta Jaya - organisasi pengelolaan sampahberbasis masyarakat di Kota Medan.[br]Dukungan yang diberikan berupa mesin cacah plastik dan mesin extruderuntuk mendaur ulang sampah plastik bernilai rendah menjadi produk daur ulang bernilai ekonomi, sertapembinaan pengembangan produk-produk daur ulang plastik.Acara peluncuran kolaborasi ini dilakukan bertepatan dengan World Sustainability Day yang jatuh setiap Rabu ke 4 di bulan Oktober atau tepat di hari ini.Armawati Chaniago selaku Direktur Perkumpulan Arta Jaya turut mengungkapkan, “Sejak tahun 2015,Perkumpulan Arta Jaya senantiasa berupaya mendorong pengembangan sarana pengumpulan sampah plastik,melalui Tempat Pengolahan Sampah 3R (TPS 3R), Pusat Daur Ulang (PDU), bank sampah, dan pengepul.Dengan adanya mesin ini, kami optimis dapat turut berkontribusi mengurangi jumlah sampah plastik yang tidak terkelola dengan baik, untuk kemudian mengolahnya menjadi papan dan kaso sebagai bahan baku pembuatan material bangunan yang dapat kami pasarkan kembali ke masyarakat.” ucapnya.Head of Corporate Communication Nutrifood, Angelique Dewi menyatakan, “Sebagai komitmen dan tanggungjawab Nutrifood dalam menjalankan bisnis berkelanjutan, Nutrifood percaya bahwa perlu sinergi aktif dariberbagai pihak, mulai dari produsen, pemerintah, konsumen hingga organisasi berbasis masyarakat untukbersama-sama ambil bagian dalam solusi permasalahan sampah di Indonesia.Lewat kolaborasi ini, Nutrifooddengan mitra lainnya dapat mengolah sampah kemasannya dengan lebih bertanggung jawab serta dapatmemberdayakan pemanfaat sampah untuk lebih berinovasi. “ ujarnya.Head of Corporate Communications Indofood, Stefanus Indrayana mengatakan, “Indofood memiliki beragam upaya untuk melakukan perlindungan terhadap lingkungan di Indonesia, salah satunya dengan mencarikan solusi pengolahan sampah kemasan yang dapat menerapkan prinsip-prinsip ekonomi sirkular.Kami berharap dengan adanya mesin ini, kita semua bisa berpartisipasi secara kolaboratif dan termotivasi untuk mengumpulkan sampah plastik kemasan dan plastik lainnya yang bernilai rendah supaya dapat di-upcycling menjadi sesuatuyang bermanfaat secara berkelanjutan.”[br]General Affair Manager DNP Indonesia, MM Ari Retnowati, menambahkan "Inisiatif ini kami harapkan jugadapat menjadi inspirasi bentuk kolaborasi bagi produsen lainnya untuk sama-sama mencari solusi pengolahansampah plastik sekaligus memperluas cakupan dampak positifnya. Sebagai perusahaan yang bergerak di bidangproduksi plastik kemasan, penyediaan mesin ini menjadi salah satu upaya konkrit kami agar bisa turutberkontribusi mengolah sampah plastik secara bertanggung jawab.”Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan, dr. Suryadi Panjaitan, M.Kes, Sp.PD mengapresiasi setiap pihakyang terlibat dalam kegiatan ini. "Terima kasih atas kepedulian Nutrifood, Indofood, DNP Indonesia, sertaPerkumpulan Arta Jaya yang sudah berupaya sekuat tenaga mewujudkan lingkungan hidup di Kota Medanmenjadi lebih baik. Sempat mendapat sebutan sebagai salah satu kota terkotor di 2018, kami pun berbenahhingga berhasil mendapatkan Sertifikat Adipura 2022 atas kinerja pengelolaan sampah yang dilakukan.Tidak sampai di situ, kami harap seluruh masyarakat kota Medan dapat bersama-sama berupaya mencapai citta-citakota Medan sebagai Zero Waste City, setidaknya dengan berpartisipasi mengurangi dan memilah sampah rumah tangga, di mana hasil pilahan sampah dapat diantarkan ke Bank Sampah terdekat,” ucap Suryadi.Kedua mesin yang diberikan ini nantinya akan beroperasi di Rumah Kompos dan Bank Sampah Induk SicanangKota Medan, dibawah pembinaan Perkumpulan Arta Jaya.Hasil akhir berupa papan dan kaso akan dibuat menjadi berbagai jenis produk, salah satunya furniture, bekerja sama dengan teman-teman disabilitas di Yayasan Karya Murni, sebuah yayasan yang berdiri sejak 1965 untuk memberikan pendidikan berkualitas dan berbagai pelatihan untuk teman teman tuna netra dan tuna rungu di Medan