MATATELINGA, Jakarta: Pada Jumat (2/2/2024), Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa perekonomian AS menambah 353 ribu lapangan pekerjaan pada Januari dengan tingkat pengangguran mencapai 3,7 persen.Angka tersebut jauh melebihi kenaikan 185 ribu lapangan kerja dan tingkat pengangguran sebesar 3,8 persen yang diperkirakan oleh para ekonom, sebut Xinhua.Data pekerjaan yang lebih baik dari perkiraan mendorong penguatan dolar AS dan menunda kemungkinan penurunan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) hingga Mei atau Juni, sehingga menekan harga emas.BACA JUGA:
Lapas Narkotika Kelas IIA Pematangsiantar Disambangi KPU Dalam Rangka Bimtek Kode Etik Perilaku Badan ADHOCKHarga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange turun pada Jumat (Sabtu pagi WIB) karena investor bereaksi terhadap data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang kuat.BACA JUGA:
Bea Cukai Belawan Dan Konsulat AS Bahas Impor Barang Perwakilan Negara AsingKontrak emas paling aktif untuk pengiriman April tercatat turun 17,40 dolar AS atau 0,84 persen menjadi ditutup pada 2,053,70 dolar AS per ounce.[br]Indeks Sentimen Konsumen yang dirilis pada Jumat (2/2/2024) oleh University of Michigan (UM) Surveys of Consumers mencatatkan kenaikan menjadi 79,0 pada survei Januari 2024 dari bulan sebelumnya, yakni 69,7 pada Desember dan 64,9 pada Januari 2023.Kemudian, Departemen Perdagangan AS juga melaporkan bahwa pesanan pabrik untuk barang manufaktur naik 0,2 persen pada Desember, sejalan dengan konsensus para ekonom, seperti dilansir laman Okezone.