Matatelinga - New York, Survei dari CNBC mencatat, perjalanan harga minyak akan ditentukan dalam tiga bulan tersisa 2014, meskipun bias bearish yang kuat terus berlanjut. Hampir setengah responden, 49 persen atau 17 dari 35 analis, berharap Brent mampu mencatat kenaikan kuartal ini. Sedangkan 51 persen atau 18 dari 35 analis memperkirakan penurunan.Harga minyak mentah berpotensi kembali ke USD100 per barel, menjelang musim dingin. Pasalnya, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) akan memangkas pasokan minyak mereka, lantaran kondisi geopolitik yang sudah mulai stabil.Patokan Brent, minyak mentah asal London, yang digunakan untuk patokan harga pada dua pertiga minyak global, telah memasuki pasar bearish. Harga Brent telah merosot lebih dari 20 persen sejak Juni, karena cukup banyak persediaan, sementara permintaan tidak terlalu tinggi."Kami melihat musim kenaikan dalam permintaan produk minyak, musim dingin dan pemotongan produksi OPEC, adalah alasan bagus untuk mencegah kemerosotan lebih dramatis dalam harga minyak mentah," kata analis komoditas Deutsche Bank, Michael Lewis, seperti dilansir dari CNBC, Jumat (10/10/2014).Di sisi lain, Uni Eropa tengah mengadakan pembicaraan yang bertujuan menyelesaikan sengketa gas antara Ukraina dan Rusia diperangi yang akan menyebabkan gangguan pasokan. Eropa menerima sekitar sepertiga dari gas dari Rusia, sekitar 40 persen dari yang dipompa melalui Ukraina.Sekadar informasi, lantaran produksi minyak di Amerika Serikat (AS) naik menjadi 8.880 juta barel per hari, terbesar sejak Maret 1986. Akibatnya, persediaan minyak mentah naik ke 361.700.000, dibandingkan dengan rata-rata lima tahun 355 juta.Stok bensin naik 1,18 juta barel menjadi 209.700.000 pekan lalu. Dan minyak Distilasi, termasuk minyak pemanas dan diesel, naik sebesar 439.000 barel menjadi 126.100.000.WTI untuk pengiriman November naik 15 sen dan berada di USD87,46 per barel di perdagangan elektronik New York Mercantile Exchange. Volume minyak berjangka yang diperdagangkan di Amerika tersebut, naik 8 persen di atas rata-rata 100 hari.Sementara Brent untuk pengiriman November naik 7 sen ke USD91,45 per barel di ICE Futures yang berbasis di London Eropa. Disparitas kedua minyak tersebut, ditutup pada USD4,07 terluas dalam dua minggu.(Mt/Okz)