Matatelinga - Jakarta, "Keadilan dan kemakmuran tidak bisa hanya menunggu, tapi harus bekerja keras, kreativitas semua. Banyak hal saya sampaikan, siapa pun kiainya, ustadnya, apa NU atau Muhammadyah, mau orang muda atau orang tua,"Pembangunan ekonomi di Indonesia mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Namun, hal ini tidak sepenuhnya dapat dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia.Jusuf Kalla (JK) menjelaskan, hal tersebut ditandai dengan masih belum menurunnya gini rasio atau tingkat kemiskinan Indonesia. Bahkan tingkat kemiskinan cenderung meningkat."Gini rasio yang sudah meningkat tinggi, menggambarkan banyak hal yang harus diperbaiki,"jelasnya dalam acara pra muktamar XXXIII Nahdlatul Ulama di Gedung Smesco, Jakarta, Jumat (10/10/2014) malam.Menurutnya, mayoritas masyarakat Indonesia yang belum menikmati pembangunan ekonomi didominasi oleh umat islam, bahkan JK menyebut dari 100 orang miskin bisa dipastikan 90 orang adalah umat Islam. Namun dari 100 orang kaya dapat dipastikan orang Islam hanya ada 10 orang."Dari 100 orang miskin itu 90 umat Islam, dan saya yakin 60 persen dari 90 itu NU," paparnya.Untuk itu, JK akan memperjuangkan keadilan dan kemakmuran ekonomi supaya dinikmati oleh masyarakat Indonesia. Namun demikian, JK meminta kepada pemuda yang produktif tetap bekerja keras dan kreatif untuk mengubah nasibnya.(Mt/Okz)