Matatelinga - Jakarta, Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang belakangan ini terseok-seok. Kondisi politik saat yang tak menentu dianggap menjadi penyebab dari volatilenya pasar keuangan RI. Walaupun pelemahan ini tidak semata-semata dari kondisi politik RI, namun hal tersebut menjadi sentimen negatif dan direspons negatif oleh pasar maupun investor.Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Perbanas Sigit Pramono melihat kondisi ini akan memperburuk likuiditas perbankan. Pasalnya, dengan keadaan ini membuat ketidakpastian pada investor yang ingin berinvestasi di Indonesia."Memang pengaruhnya secara tidak langsung. Ini memperburuk. Likuiditas sudah ketat dan ini memperburuk," papar Sigit saat ditemui di Gedung Smesco, Jakarta, Jumat (10/10/2014) malam.Sigit mengakui, pelemahan ini membuat para investor dan para perbankan tentunya akan menunggu agar situasi kembali kondusif."Ketidakpastian ada dan pengusaha serta pelaku usaha dan bankir khawatir. Ini sudah tercermin dari kondisi pasar," imbuhnya.Kendati demikian, dirinya tidak melihat hal ini sebagai faktor utama pelemahan IHSG maupun Rupiah. Menurut Sigit, ada faktor lainnya, seperti halnya sentimen dari luar negeri."Tapi itulah pasar, saya tidak menyalahkan sepenuhnya politik tapi ada hubungan tidak langsung yang memperburuk," tukasnya.(Mt/Okz)