MATATELINGA, Medan :"Kalau tidak ada program UHC, pasti rumah saya sudah habis untuk berobat" itulah sepenggal kalimat yang disampaikan oleh Irvan, warga jalan Rantang, Kecamatan Medan Petisah saat menceritakan kisahnya menjalani pengobatan cuci darah dengan menggunakan program layanan kesehatan Universal Health Coverage (UHC) di Kota Medan.
[adsense!]
Saat ditemui ditempat tinggalnya, Senin (10/6). Irvan menceritakan saat pertama sekali mengetahui adanya program Wali Kota Medan, Bobby Nasution yang menggratiskan berobat bagi masyarakat yang kurang mampu.
"Sebelumnya BPJS saya sudah tertunggak dan berhenti. Namun sejak saya tau ada program UHC ini, saya langsung menanyakan kepada pegawai Puskesmas Rantang mengenai program itu dan saya minta untuk di daftarkan. Lalu pegawai Puskesmas langsung membantu mendaftarkannya. Hanya menunggu sebentar saja saya sudah terdaftar dalam program UHC tersebut,"jelas Irvan.
[br]
Lebih lanjut Irvan menambahkan bahwa dirinya sudah lama menderita penyakit ginjal. Apabila menjalani pengobatan secara mandiri, Irvan terpaksa harus mengeluarkan biaya pengobatan hingga mencapai Rp 1.3 juta untuk setiap kali berobat.
"Bayangkan saya berobat cuci darah seminggu dua kali. Kalau tidak ada program UHC, rumah saya pasti sudah habis hanya untuk berobat,"ungkapnya.
Untuk mendapatkan layanan UHC ini, Irvan menyebutkan dirinya hanya perlu datang ke Puskesmas dengan menunjukkan identitas diri (KTP) lalu pihak Puskesmas langsung segera membuat rujukan ke Rumah Sakit yang akan dituju. Irvan yang hanya mengandalkan pemasukan dari berjualan makanan itu tentunya merasa sangat bersyukur sekali dengan adanya program UHC ini, untuk itulah dirinya juga berharap program ini dapat terus berjalan dan semakin baik lagi kedepanya.