Matatelinga - Bogor, Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Lampung Bustanul Arifin menegaskan untuk produk pertanian, terbilang masih bisa diproteksi.Menghadapi masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) 2015, Indonesia belum sepenuhnya siap. "Untuk produk masih ada kesempatan untuk memproteksi. Yang dikhawatirkan di bidang jasa, pendidikan, kesehatan, dan konsultan engineering," jelas Bustanul Arifin di IPB International Convention Center, dilansir Inilah Senin (27/10/2014).Bustanul menyebutkan, hingga saat ini sekolah-sekolah asing saja sudah mulai marak beroperasi di Indonesia. Sedangkan produk pertanian serta UKM, kata dia, bisa diproteksi karena masih diberi kesempatan hingga 2017 sampai 2019."Ambil saja angel yang lain. Jadi kerjasamanya tidak hanya fokus pada konsumen. Konsumen sudah oke. Tapi faktanya, konsumen realistis dan rasional mereka akan pragmatis," kata Bustanul.Ia menambahkan bahwa selain itu, diperlukan aturan dan regulasi baru di bidang perdagangan. Supermarket atau apapun, papar dia, tentu akan mendukung dan mempromosikan produk lokal."Kasarnya, buah impor taruh saja di belakang WC. Jadi harus mendorong display baru pelayanan. Jadi arahnya lembaga ke lembaga" ujarnya.(Mt)