Matatelinga - Jakarta, McKinsey menjelaskan, ada rumah murah di tengah kota, dengan tujuan meningkatkan produktivitas kota dengan mengintegrasikan penduduk berpenghasilan rendah ke dalam perekonomian.Dunia membutuhkan investasi sampai USD9 triliun-USD11 triliun untuk membangun dan merenovasi rumah-rumah yang tidak layak huni di seluruh dunia hingga tahun 2025.Jika dihitung dengan harga tanah, maka biaya ini membengkak menjadi USD16 triliun. Demikian hasil studi McKinsey, dilansir dari CNBC, Selasa (28/10/2014).Keyakinan bahwa kota-kota besar tidak lagi memiliki lahan untuk rumah murah adalah sebuah mitos. Bahkan, di kota-kota besar seperti New York ada banyak lahan yang kurang dimanfaatkan atau lahan yang menganggur.Tentu saja, lahan ini termasuk lahan milik pemerintah yang bisa mendukung pembangunan perumahan yang sukses.Riset ini menyebutkan, renovasi bangunan yang kurang dimanfaatkan, atau bangunan tua adalah bagian penting dari proses, di samping pembangunan unit baru.(Mt/Okz)