Matatelinga - Denpasar, Konservasi sebelumnya dicanangkan Cicip Syarif Sutarjo, Menteri Kelautan dan Perikanan pendahulunya. Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Bali Suriadi Darmoko meminta Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti komitmen mewujudkan 20 juta hektar kawasan konservasi hingga tahun 2020. "Jumlah itu akan berkurang lantaran kawasan konservasi Teluk Benoa di Denpasar, Bali kini telah berubah fungsi guna kepentingan reklamasi," jelas Darmoko di Denpasar, Bali, Senin (03/11/2014).Menurut Darmoko, komitmen terhadap kawasan konservasi, sesuai dengan pidato kenegaraan Presiden Jokowi, yang menyatakan laut masa depan Indonesia. "Itu sebabnya Jokowi membentuk Kementerian Maritim. Kami meminta agar Menteri Susi berkomitmen terhadap hal itu," ujar dia.Ia lants meminta Menteri Susi untuk menolak izin reklamasi Teluk Benoa oleh PT Tirta Wahana Bali Internasional (TWBI). "Rencana reklamasi Teluk Benoa telah mengubah kawasan konservasi seluas 700 hektar berdasarkan Perpres 51 Tahun 2014 yang diterbitkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono," ungkapnya.Ia lantas Menteri Susi membatalkan Perpres 51/2014 yang mengizinkan reklamasi Teluk Benoa seluas 700 hektar. "Saya belum lihat adanya respons serius dari Jokowi," katanya.(Mt/Inc).