MATATELINGA, Toba. Toba Pulp Lestari memberikan kesempatan kepada puluhan awak media mengunjungi kompleks perusahaan di Desa Pangombusan Kecamatan Parmaksian Kabupaten Toba Selasa, (12/11/2024).Kunjungan dimulai dari guest house, dimana Manager Corporate communication Salomo Sitohang menjelaskan semua proses perusahaan mulai pembibitan, pengolahan kayu hingga penyaluran dana CD dan lokasi pengolahan limbah.Menurut Salomo, kondisi perusahaan saat ini mengalami kekurangan bahan baku yang sangat banyak sesuai kapasitas pabrik terpasang 214.500 ton/tahun.[br]"Sepanjang tak ada keputusan pemerintah, maka tanah tersebut tetap milik negara dan kasus tidak akan selesai," terang Salomo.Kebutuhan kayu pertahun 1.200.000 ton sementara yang dibutuhkan sebanyak HTI 70.000 ha untuk memenuhi pertumbuhan tiap tahunnya. Kondisi saat ini, HTI 45.841 ha dan PKR 10.202 haTotal 56.043 ha dan masih kekurangan 15.559 ha. Ini semua terjadi karena konflik lahan dengan masyarakat sekitar HTI (Hutan Tanaman Industri).Lanjut menurut Salomo, perusahaan sudah memenuhi tuntutan pemerintah dengan menggunakan teknologi yang diminta pemerintah, termasuk pengelolaan limbah padat, cair, gas dan campuran padat dan cair.Pengelolaan limbah domestik juga mereka lakukan dan bukan hanya limbah pabrik, walaupun tekhnologi tersebut sangat mahal.Usai mendapat penjelasan di guest house, para awak media mengunjungi lokasi pembibitan (Nursery).