MATATELINGA, Tanjungbalai: Pemerintah Kota Tanjung Balai memastikan ketersediaan dan keamanan pasokan Liquefied Petroleum Gas (LPG) bersubsidi 3 kg atau yang lebih dikenal dengan sebutan tabung "melon" selama bulan Ramadhan hingga Lebaran 2025.BACA JUGA:
Pemkot Tanjungbalai 'Kecolongan' Wahana Dinosaurus beroperasi Tanpa izinKepastian ini disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setdakot Tanjungbalai, Haykal Akmal, didampingi oleh Analis Kebijakan Ahli Muda Bagian Perekonomian dan SDA, Nurhasanah Lubis.Kamis, (13/2).Haykal menjelaskan bahwa enam agen di Kota Tanjung Balai, yaitu PT. Anugerah Tetap Jaya, PT. Mas GAS Nusantara, PT. Selina Jaya Sempurna, PT. Sukses Teguh Gemilang, PT. Kurnia Anugerah Subur, dan PT. Lintas Ombak Energi, bertanggung jawab atas penyaluran LPG 3 kg."Enam agen ini membawahi 192 pangkalan dengan kuota 4.895 metrik ton (MT) per tahun untuk Kota Tanjung Balai. Selain itu, pengecer juga mendapatkan alokasi 20 persen dari kuota yang diterima pangkalan," ujar Haykal.Lebih lanjut, Haykal mengungkapkan bahwa pada November 2024 lalu, pasokan LPG 3 kg bahkan melebihi kebutuhan hingga 106 persen dari kuota tahunan 4.895 MT.[br]Sementara itu, Nurhasanah Lubis menjelaskan bahwa berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Sumatera Utara tahun 2022, Harga Eceran Tertinggi (HET) LPG 3 kg adalah Rp15.000 per tabung di tingkat agen dan Rp17.000 per tabung di tingkat pangkalan."Pasokan LPG 3 kg untuk enam kecamatan di Kota Tanjung Balai mencapai 150.000 hingga 160.000 tabung per bulan," kata Nurhasanah.Pertamina juga menerapkan metode fakultatif untuk mencegah kelangkaan di tengah peningkatan kebutuhan masyarakat pada hari-hari besar seperti Ramadhan, Lebaran, dan Natal serta Tahun Baru."Untuk Ramadhan dan Lebaran tahun ini, penyaluran LPG 3 kg di Tanjung Balai dipastikan aman dan tepat sasaran," tegas Nurhasanah.Ia juga mengimbau masyarakat untuk melaporkan kepada aparat penegak hukum jika menemukan adanya penyimpangan terkait gas bersubsidi ini.