MATATELINGA, Sei Berombang : Cukup memprihatinkan. Kondisi kesejahteraan petani sawah, di Desa Sei Pegantungan, Kecamatan Panai Hilir, Kabupaten Labuhanbatu. Meski tidak menjanjikan harapan yang lebih baik. Namun mereka tidak berputus asa, untuk mengolah lahan yang ada di tempat ini.BACAJUGA
https://www.matatelinga.com/Ekonomi/petani-panai-hilir-rindukan---039-belaian--039--tangan-presiden-prabowoDitengah terik matahari, wajah hitam legam mereka, dan mata sayu, masih tersisa sedikit senyum. Mereka tetap bersemangat untuk mengolah sebidang tanah yang mereka miliki. Profesinya sebagai petani, tetap mereka pertahan. Untuk sekedar menyambung hidup pribadinya bersama keluarga.Mereka tetap bersemangat untuk, mengumpulkan sejemput padi. Untuk memenuhi kebutuhan makanan keluarga mereka sehari-hari. Dan sisanya, merema jual sekedar untuk pembeli sayur mayur, dan kebutuhan lainnya. Meski tidak memenuhi kesempurnaan nutrisi dan gizi putera dan puteri mereka.Sedikitnya, ada lebih kurang 5000 hektar lahan pertanian persawahan, yang 85 persennya merupakan areal sawah tampak kering dan tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal. Karena sarana prasarana pertanian ditempat ini, sangat minim sekali. Selain itu, permodalan petani, jau dari cuku.[br]Termasuk pula kondisi transportasi, seperti jalan menuju lokasi persawahan sangat rusak. Serta harga hasil panen terus menurun, jauh dibawah harga eceran tertinggi yang ditetapkan pemerintah.Seiring berjalannya waktu, konsentrasi panen pun hanya mampu dilakukan sekali setahun saja. Hal itu disebabkan, belum adanya jaringan irigasi yang terhubung dari satu areal sawah ke sawah lainnya. Karena dibutuhkan biaya yang terbilang mahal. Panen yang dilakukan, hanya pada waktu curah hujan turun, yang diperkirakan terjadi pada bulan September hingga Desember di tiap tahunnya."Begitulah kondisinya pak. Tidak ada irigasi, kami (para petani) hanya memanfaatkan air hujan di bulan sembilan sampai bulan dua belas tiap tahunnya," ucap Bonnar Siburian, penerima mandataris Ketua Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kecamatan Panai Hilir Kabupaten Labuhanbatu, Sabtu (15/2/2024).Di areal sawah yang sedang dipanen, dia menyampaikan sinyal harapan, sangat merindukan perhatian dari presiden RI Prabowo Subianto, agar para petani di kecamatan setempat, dapat terpelihara dan diperhatikan secara nyata.[br]"Cuma bapak Prabowo harapan kami, akses jalan kami saja rusak parah tidak bisa dilalui roda empat, kalau dilangsir pakai sepeda motor besar biayanya. Terpaksa kami menjual hasil panen melalui jalur perairan menuju Tanjung Balai. Tidak ada jalan lain," ujarnya lirih.Disisi lain, Bonnar Siburian, juga mengeluh murahnya hargabjual gabah di wilayah mereka, dengan harga cuma Rp. 5.400 /kg. Sedangkan harga kilang penggilingan padi, berkisar hingga Rp. 6.200,-/Kg, yang dibeli oleh pengusaha dari luar daerah, yakni, Labuhanbatu Utara, Tanjung Balai, Asahan.Lebih jauh, kelompok tani dibawah binaan Dewan Pimpinan Daerah Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kabupaten Labuhanbatu ini pun, berharap, mendapat dorongan dan perhatian dari pemerintah, dalam upaya peningkatan hasil panen sebagai langkah suksesi Asta Cita Presiden dalam upaya Ketahanan Pangan Nasional."Kami akan bekerja keras untuk memerdekakan petani di Labuhanbatu. Melalui peninjauan langsung ini, kami menjadi mengerti dan mengetahui keluh kesah petani di wilayah. Kami akan berupaya semaksimal mungkin," sebut Asrol Azis Lubis SE MAP, Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Labuhanbatu, menanggapi keluhan dan harapan Bonar Siburian.TMI Labuhanbatu Tanam JagungSerangkaian mengikuti program Presiden RI, Prabowo Subianto, dalam konteks Ketahanan Pangan, DPD Tani Merdeka Indonesia Labuhanbatu, sedang dalam proses melaksanakan penanaman jagung seluas 1,2 Hektar di Kelurahan Lobusona, Jalan H Adam Malik By Pass, Kecamatan Rantau Selatan kabupaten setempat.Realisasinya sudah pada tahapan pematangan lahan, dan sedang persiapan penanaman benih."Ya, sedang kita kerjakan untuk ditanam jagung, mendukung programketahanan pangan Presiden, Terimakasih kepada Dinas Pertanian Labuhanbatu, yang memberikan dukungan, serta kerja keras tim TMI Labuhanbatu."Semoga nantinya dapat berjalan sesuai yang diinginkan dan berkesinambungan," pinta Asrol Azis Lubis.Melalui momentum ini pula, Asrol Azis Lubis yang merupakan Kepala Dinas Pendidikan Labuhanbatu ini berharap, dalam konsentrasi waktu setahun kedepan, organisasi yang dijalankannya mampu memiliki seratus ribu hektar lahan pertanian binaan."Itu target kita kedepan, TMI Labuhanbatu punya 100 ribu hektar lahan pertanian binaan, kita akan konsentrasikan secara terintegrasi," tegasnya. (yasmir)