Matatelinga - Jakarta, "Posisinya sekarang harga minyak dunia turun sampai 30%. Kalaupun dollar menguat itu efeknya sekitar 4% hingga 5%. Itu artinya ini masih ada peluang pemerintah bisa menurunkan harga BBM subsidi bukannya malah menaikkan,"Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kardaya Warnika meminta pemerintah mencabut kembali kebijakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi sebesar Rp2.000 per liter."BBM subsidi ini persoalan yang cukup menarik. Dan kalau saya boleh usulkan cabut kembali kenaikan harga BBM subsidi," ujar Kardaya di Jakarta, Jumat (21/11/2014).Ia memilki alasan khusus mengapa pemerintah perlu mencabut penaikan harga BBM bersubsidi. Ia beralasan harga minyak mentah dunia kini tengah di posisi level terendah. Di samping itu, kata dia, bila melihat undang-undang (UU) Anggaran Pendapatan dan Belanja Perubahan (APBN-P) 2014, pemerintah tidak memiliki posisi kuat menetapkan kebijakan penyesuaian harga baru."Sesuai UU APBN-P 2014, BBM subsidi naik karena dua hal, yakni harga minyak mentah yang naik dan kurs ruipah terhadap dollar Amerika Serikat (AS)," jelas dia.Berdasarkan indikator itu, ia melihat pemerintah tak seharusnya menaikkan harga BBM bersubsidi. Kardaya menilai pemerintah seharusnya menurunkan harga BBM bersubsidi.(Mt/Inc)