Matatelinga - Jakarta, Vice President Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir mengatakan kesiapan perseroan dengan mengirim tim untuk datang ke blok strategis itu. Tim tersebut akan meminta data kepada Total dan Inpex dalam rangka penyusunan proposal pengelolaan yang akan disampaikan kepada pemerintah."Pekan ini kita mau kesana melihat data yang diperlukan untuk menyusun proposal," kata Ali di Jakarta, Selasa (25/11/2014).PT Pertamina (Persero) siap mengelola Blok Mahakam pasca berakhirnya kontrak tersebut di 2017 oleh Total E&P Indonesie dan Inpex Corporation.Sementara itu, Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya menegaskan, perusahaan siap mengelola Blok Mahakam. Dia bahkan menyatakan sedang berkomunikasi dengan Total dan Inpex terkait permintaan pemerintah untuk menggandeng kedua operator tersebut."Sebagai anggota direksi saya menyatakan Pertamina siap. Masih kami bicarakan secara business to business," ujarnya.Dalam kontrak pertama pengelolaan Blok Mahakam pada tahun 1967 hingga 1997, Total E&P Indonesie 100% sebagai pengelola. Perpanjangan kontrak kedua terhitung 1997 hingga 2017, kepemilikan operator Total E&P Indonesie dan perusahaan gas asal Jepang Inpex Corporation. (Mt/Inc)