MATATELINGA, Jakarta: Equity Analyst Indo Premier Sekuritas Imam Gunadi menerangkan, secara teknikal, kinerja IHSG pada pekan lalu telah membentuk hammer, yang menggambarkan toleransi pasar atas peningkatan eskalasi perang dagang AS dan China. Pertemuan AS-China pekan ini dinilai bakal menjadi sentimen bullish bagi pasar."Maka dari itu, IHSG kami proyeksi akan cenderung menguat dengan resistance di 7.325 dan support 6.994," katanya dalam riset, Senin (9/6/2025).
BACA JUGA:Pengadilan Sembiring, SH, MH, BSC dan Dony Syahputra terima SK Mandat Ketua dan Seketaris Laskar Merah Putih LangkatAdapun sejumlah saham yang direkomendasikan oleh IPOT antara lain PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI), PT Rukun Raharja Tbk. (RAJA), hingga PT Surya Semesta Internusa Tbk. (SSIA).Pada saham BBNI, Imam merekomendasikan buy on breakout pada Rp4.450, dengan target Rp4.630 dan stop loss kurang dari Rp4.360. Dia menilai, BBNI menjadi salah satu saham yang diuntungkan ketika ada deeskalasi perang dagang.Terlebih lagi, dari keempat bank jumbo, BBNI merupakan top inflow pada Kamis pekan lalu.
BACA JUGA:Kennedy Membubarkan Seluruh Panel Vaksin CDC AS"Secara teknikal, BBNI bergerak dalam trend sideways, namun berpotensi membentuk pola cup and handle yang memperkuat narasi pembalikan arah trend BBNI dalam jangka menengah," katanya.Indeks harga saham gabungan (IHSG) diprediksi menguat pada perdagangan pekan ini, periode 10 Juniâ€"13 Juni 2025. Meredanya eskalasi perang dagang antara AS-China menjadi kunci.
BACA JUGA:Penuhi Syarat OJK, Syahrul Calon Kuat Dirut Bank Aceh SyariahSelain itu, RAJA dirkeomendasikan buy on breakout pada Rp2.710, dengan target harga Rp2.880 dan stop loss kurang dari Rp2.630. Adapun RAJA mengantongi potensi besar dari eskalasi perang dagang yang mengerek harga jual minyak.Terakhir, saham SSIA direkomendasikan buy pada Rp1.035, dengan target harga Rp1.105 dan stop loss jika kurang dari Rp1.000. Saham ini dinilai bakal mendapatkan keuntungan dari meredanya perang dagang, yang akan membuat investor lebih agresif berinvestasi di Indonesia.[br]"Salah satu emiten yang diuntungkan adalah yang bebrgerak di pengelola kawasan industri seperti SSIA," lanjutnya.Adapun berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG melemah 0,87% dalam sepekan ditutup pada level 7.113,42 pada perdagangan Kamis (5/6/2025), meskipun IHSG masih di zona hijau, menguat 0,47% sepanjang tahun berjalan (year to date/ytd) atau sejak perdagangan perdana 2025.Kapitalisasi pasar Bursa juga tercatat mengalami penurunan sebesar 0,32% dalam sepekan menjadi Rp12.381 triliun dari Rp12.420 triliun pada pekan sebelumnya.Pasar saham Indonesia pun mencatatkan nilai jual bersih atau net sell asing sebesar Rp4,7 triliun dalam sepekan perdagangan terakhir atau dari 2 Juni 2025 hingga 5 Juni 2025.