MATATELINGA, Jakarta - (PTP Nonpetikemas) membukukan pertumbuhan kinerja positif pada paruh pertama 2025. Hingga akhir Juni, perusahaan mencatat throughput sebesar 22,4 juta ton/m³, meningkat 6,05 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencapai 21,12 juta ton/m³.
Direktur Utama PTP Nonpetikemas, Indra Hidayat Sani, mengatakan capaian tersebut tidak lepas dari penguatan layanan terintegrasi, pemanfaatan teknologi terkini, serta modernisasi terminal yang dijalankan sejak awal tahun.
Tahun ini, perusahaan membidik target throughput 53,5 juta ton/m³ dengan strategi meliputi kolaborasi langsung bersama pemilik kargo dan pelaku logistik, penyediaan layanan Port Management Service berbasis Planning & Control melalui sistem Pelindo Terminal Operating System Multipurpose (PTOS-M), serta peningkatan aspek HSSE (Health, Safety, Security & Environment).
Kontribusi arus barang pada semester pertama tahun ini didominasi muatan curah kering sebesar 45 persen, disusul general cargo 27 persen, curah cair 22 persen, dan bag cargo enam persen.
Baca Juga: Dua Desa Dikecamatan Pulau Rakyat Mendapat Asupan Dana Pembangunan, Namun Hasilnya Nihil Sejumlah cabang mencatat pertumbuhan signifikan, antara lain Tanjung Priok untuk general cargo yang naik hampir 30 persen menjadi 4,63 juta ton/m³, Teluk Bayur untuk bag cargo yang melonjak 59 persen menjadi 398 ribu ton/m³, serta Jambi untuk curah cair yang tumbuh 69 persen menjadi 532 ribu ton/m³.
Lonjakan paling besar terjadi di Pontianak untuk curah kering, yang naik 691 persen menjadi 965 ribu ton/m³.
Peningkatan kinerja di berbagai jenis muatan dipicu oleh aktivitas bongkar muat yang lebih padat di sejumlah pelabuhan. General cargo terdongkrak oleh kenaikan volume steel product di Tanjung Priok. Curah cair mendapat dorongan dari pengapalan kondensat milik PT Laban Raya Samodra di Jambi, serta naiknya pengiriman minyak goreng milik PT Ligita Jaya di Teluk Bayur.