MATATELINGA, Medan – Upaya mencegah kecelakaan kerja terus diperkuat PT Pelindo Multi Terminal (SPMT). Subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) ini kini mewajibkan pemeriksaan kesehatan harian bagi pekerja operasional melalui program "Fit to Work". Langkah tersebut menjadi bagian dari transformasi pelabuhan yang menekankan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE).
VP Komunikasi Korporasi SPMT, Farid Chairmawan, menjelaskan bahwa pemeriksaan dilakukan sebelum dan sesudah pekerja menjalani shift. "Program Fit to Work bertujuan memastikan seluruh operator dalam kondisi prima sebelum bertugas. Pengecekan dilakukan oleh tenaga medis dengan memantau tekanan darah, suhu tubuh, kadar oksigen, hingga memastikan tidak ada pengaruh alkohol atau obat-obatan dalam 12 jam terakhir," ungkapnya.
Hasil pemeriksaan tersebut dicatat melalui sistem rekam medis. Setiap pekerja kemudian diberi status "fit" atau "unfit" untuk bekerja. Dengan begitu, hanya pekerja yang benar-benar bugar yang diizinkan mengoperasikan peralatan maupun terlibat dalam kegiatan operasional.
Saat ini, program Fit to Work sudah berjalan di sejumlah cabang Pelindo Multi Terminal, antara lain Belawan, Dumai, Lembar, Tanjung Emas, Tanjung Intan, Jamrud Nilam Mirah, Bima, Gresik, Tanjung Wangi, Trisakti, serta Bagendang Bumiharjo. Ke depan, perusahaan menargetkan seluruh cabang dapat menerapkan program serupa.
Baca Juga: PT Pelindo Meningkatkan Pelayanan Multi Terminlal MTTC "Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) adalah prioritas kami. Melalui
Fit to Work, kami ingin membangun budaya kerja sehat dan produktif, sekaligus menekan risiko kecelakaan di pelabuhan," tegas Farid.
Pelaksanaan program ini diyakini tidak hanya menjaga keselamatan pekerja, tetapi juga meningkatkan efisiensi operasional serta kualitas layanan kepada pelanggan.