Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Venezuela Terperosok Dalam Krisis Keuangan

Venezuela Terperosok Dalam Krisis Keuangan

Admin - Rabu, 17 Desember 2014 07:25 WIB
google
Ilustrasi krisis
Matatelinga - Jakarta,   Venezuela telah terperosok dalam krisis keuangan, sementara Rusia terancam default utang dan devaluasi karena pelemahan nilai tukar mereka. Mata uang negara emerging market alias negara berkembang tengah terjun bebas terhadap dolar Amerika Serikat (AS).Keadaan ini tidak berbeda dengan yang terjadi pada 1998. Pasalnya, keadaan di pasar negara berkembang ini sama seperti yang terjadi saat krisis 1998. Meski demikian, telah terjadi beberapa perubahan yang dapat membantu sebagian besar negara berkembang keluar dari krisis nilai tukar ini.Melansir Bloomberg, Rabu (17/12/2014) berikut adalah persamaan dan perbedaan antara sekarang dan 1998.Harga Minyak Mentah MerosotHarga minyak mentah telah turun 48 persen sejak Juni, dan mencapai USD55 per barel, dan menghajar eksportir minyak seperti Venezuela, Rusia dan Nigeria. Credit default swap menunjukkan probabilitas 97 persen bahwa Venezuela akan default pada obligasi dalam waktu lima tahun. Ekonomi Rusia, yang berada di bawah sanksi oleh Amerika dan Uni Eropa atas konflik Ukraina, akan berkontraksi sebanyak 4,7 persen tahun depan jika minyak tetap pada USD60 per barel.Mata Uang MerosotIndeks Bloomberg mencatat mata uang emerging market jatuh ke level terendah sejak 2003 pada 15 Desember. Rubel anjlok melewati 64 per USD untuk pertama kalinya, lira Turki jatuh ke level terendah sepanjang masa. Sementara Rupiah hampir kembali ke level yang terakhir terlihat pada 1998.Selama krisis keuangan Asia pada periode 1997-1998, negara-negara dari Thailand sampai ke Malaysia berusaha untuk mempertahankan mata uang mereka, dengan baht Thailand merosot hampir 50 persen dalam hanya enam bulan. Bahkan, di Korea Selatan banyak yang menyumbangkan emas perhiasan mereka untuk membantu pemerintah mengisi cadangan devisa karena merosotnya nilai tukar mata uang.Kebijakan FedThe Federal Reserve AS berencana untuk menaikkan tingkat suku bunga mereka pertama kali sejak 2006. Hal ini tentu mengancam aliran modal dari negara-negara berkembang. Bank Dunia memperkirakan aliran modal swasta ke negara-negara berkembang bisa turun 50 persen karena kebijakan ini.Negara-negara dengan defisit transaksi berjalan yang besar, termasuk Turki, Afrika Selatan dan Brasil, sangat rentan terkena krisis, demikian menurut Credit Agricole CIB dalam risetnya. Lantas, bagaimana dengan negara-negara seperti Malaysia, yang investor asingnya mencapai 30 persen dari utang pemerintah?Pasalnya, kenaikan suku bunga the Fed pada pertengahan 1990 telah memicu gejolak pada mata uang Asia, dan menyebabkan Rusia default.(Mt/Okz)


Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Dipercaya Sebagai Wakil Ketua Bidang Perekonomian DPD PDI Perjuangan Sumut, Wong Chun Sen Pegang Amanah dan Tetap Komitmen

Ekonomi

Wagub Sumut Bersama Mendag Lepas Ekspor 9 Ton Pisang Kepok Keling ke Malaysia

Ekonomi

Moskow Sambut Baik Krisis NATO, Sementara Perang Ukraina Mencekik Perekonomian Rusia

Ekonomi

Perumda Tirtanadi Sosialisasi Penyesuaian Tarif Air Ardian Surbakti : Demi Pelayanan Air Minum yang Aman dan Layak

Ekonomi

Harga Jual Perkembangan Emas Hari Ini 27 Desember 2925

Ekonomi

Gaikindo Serahkan Nasib Industri Otomotif ke Pemerintah, Ini Jawaban Menteri Koordinator Bidang Perekonomian