Matatelinga - JAKARTA, Tim Reformasi Tata Kelola Minyak dan Gas mengungkapkan, Indonesia melalui Petral selama ini menjadi satu-satunya importir di Asia yang membeli Research Octane Number (RON) 88 alias Premium. Namun RON 88 yang dihasilkan selama ini adalah hasil dari blending RON 92.Oleh karena itu, keberadaan anak usaha PT Pertamina, Petral Ltd., kembali dipertanyakan. Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Minyak dan Gas (Migas) Faisal Basri, berjanji akan mengeluarkan rekomendasi kedua terkait nasib Petral dalam bulan yang sama.Dia mengatakan sudah mengantongi data-data yang akan menentukan rekomendasi untuk Petral. Namun saat ini masih dalam proses pengkajian."Kemarin kita sudah berdiskusi dengan Petral. Kami sudah meminta data-data lelang selama lima tahun. Kami juga dalam proses menganalisa data tersebut Di pertemuan kedua nanti kita akan bisa soal status Petral," kata dia di Kementerian ESDM, Jakarta, Minggu (21/12/2014).Sebelumnya, Tim Reformasi mengungkapkan mempunyai beberapa rekomendasi terkait nasib Petral di antaranya, Petral akan dibawa ke Indonesia dan akan dibenahi tata kelolanya. Atau, Petral akan tetap berlokasi di Singapura namun kebijakannya direkomendasikan berubah.Sekadar informasi, saat ini di dunia RON 88 sudah sangat sulit didapatkan, oleh karenanya pencampuran tersebut kerap dilakukan. Oleh karena itu, Tim Reformasi merekomendasikan Pemerintah untuk menghentikan impor 88 dan beralih ke RON 92.(Fit)