MATATELINGA, Saat berada di salah satu sentra sarapan pagi di kawasan Taman Setia Budi Indah Medan, terdengar sebuah percakapan dari sepasang suami isteri. Sang isteri bertanya pada suaminya apakah bawa uang cash buat bayar sarapan mereka. Sang suami senyum-senyum saja dan langsung menuju kasir dengan membawa gawai-nya.
Oleh : James P. Pardede
Sang isteri diam saja dan memperhatikan suaminya di kasir. "Bisa bayar pake QRIS kan?" tanya suaminya. Sang kasir langsung menyodorkan barcode degan logo Bale by BTN. Begitu di scan dan ketik pin pada aplikasi Bale by BTN, total pembayaran sarapan pagi suami isteri tersebut sudah dibayar lunas. Sang isteri kali ini yang senyum-senyum melihat suaminya sudah membayar sarapan pagi mereka.
Mendengar percakapan dan melihat hal seperti ini bukan lagi hal baru di era serba teknologi (digital) sekarang. Seperti kata teman, lebih baik ketinggalan dompet daripada ketinggalan gawai atau handphone. Karena, saat ini hampir semua aspek kehidupan beralih ke ranah daring dan berada dalam satu genggaman, tak terkecuali dalam pengelolaan keuangan.
Baca Juga: Tiga Bersaudara Percayakan KPR BTN Wujudkan Mimpi Punya Rumah Sendiri Mulai dari menabung, membayar tagihan, hingga berinvestasi, semuanya kini bisa dilakukan lewat aplikasi atau digitalisasi. Namun, di balik kemudahan tersebut, ada tantangan yang tak kalah besar, yaitu kemampuan untuk memahami dan mengelola informasi keuangan secara digital, atau yang kita kenal sebagai literasi keuangan digital.
Ditengah gempuran teknologi serba digital, kaum milenial yang suka duduk berjam-jam hanya untuk melihat-lihat akun media sosial, sekadar pasang status atau melihat-lihat peluang belanja diskon. Saat berkesempatan berselancar di akun media sosialnya Bank Tabungan Negara (BTN) ada banyak penawaran istimewa di merchant-merchant yang bekerjasama dengan Bale by BTN.