MATATELINGA, Jakarta : Momentum perayaan Tahun Baru Imlek menjadi ajang apresiasi bagi nasabah BTN Private dan BTN Prioritas. Kepercayaan dan loyalitas nasabah menjadi fondasi utama pertumbuhan layanan wealth management perseroan.
Selama ini, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) dikenal fokus pada kredit pemilikan rumah (KPR), khususnya KPR Subsidi. Mulai tahun lalu, BTN memperluas layanan ke segmen wealth management melalui BTN Private dan BTN Prioritas.
Wakil Direktur Utama BTN, Oni Febriarto Rahardjo, menegaskan bahwa sebagai bank besar, BTN harus mampu melayani seluruh kebutuhan nasabah. Langkah transformasi tersebut ditopang kinerja keuangan yang solid. Sepanjang 2025, BTN membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp3,5 triliun, tumbuh 16,4 persen secara year-on-year (YoY).
Total aset konsolidasian perseroan menembus Rp500 triliun. Tepatnya, mencapai Rp527,8 triliun atau meningkat 12,4 persen YoY, didukung pertumbuhan penyaluran kredit sebesar 11,9 persen YoY menjadi Rp400,6 triliun.
Baca Juga: Transformasi Digital, BTN (Harus) Tetap Komitmen Melayani Dengan Sepenuh Hati "Kalau mau menjadi bank yang lengkap, kami harus bisa menghadirkan produk dan layanan yang setara dengan bank-bank lain. Produk dan layanan itu akan terus kami kembangkan, tentu dengan kualitas terbaik," kata Oni dalam BTN Economic Outlook & Chinese New Year 2026 di The Ritz-Carlton Pacific Place, Jakarta, Senin (23/2).
Capaian tersebut menjadi modal penting memasuki 2026 yang disebut sebagai Tahun Kuda Api. Oni menjelaskan, filosofi kuda sebagai pekerja keras dan api sebagai simbol semangat membara dinilai sejalan dengan arah transformasi BTN.
"Ke depan akan kami tingkatkan lagi. Dalam rencana bisnis 2026, laba kami targetkan sudah tembus Rp4 triliun. Kami ingin mengoptimalkan momentum ini untuk pertumbuhan dan profit yang berkelanjutan," ucap Oni.