MATATELINGA - "Kita harus putar balik, nih bang, dompetku ketinggalan di rumah," kata sang adik kepada abangnya yang mengajak adeknya jalan ke mall.
"Kenapa harus putar balik, kita sudah lebih dekat ke mall daripada harus balik lagi ke rumah. Sudah lah, kan ada aplikasi wondr by
BNI. Tak perlu repot harus bawa uang cash, yang penting handphone-nya jangan sampai ketinggaan," kata sang abang meyakinkan adiknya.
Oleh : James P Pardede
Baca Juga: BNI Dorong UMKM Tidak Hanya Naik Kelas dan Melek Digital, Tapi Bisa Berdampak Bagi Banyak Orang Percakapan antara abang adik tadi sudah menjadi hal biasa di era serba digital. Kalimat 'lebih baik ketinggalan dompet daripada tinggal ha-pe' menjadi cerminan dari masyarakat yang tak bisa lepas dari gawai, terutama yang tinggal di kota-kota besar yang telah memiliki aplikasi m-banking di gawainya.
Salah seorang ASN asli anak Medan, Sumanggar Siagian yang saat ini menjalankan tugas di Pontianak, Kalmantan Barat, menyampaikan dengan adanya m-banking wondr by BNI, hampir semua transaksi dilakukan dari satu aplikasi. Mulai dari belanja, bayar tagihan air, listrik serta kebutuhan harian lainnya dilakukan dalam satu genggaman.
"
Aplikasi wondr by
BNI menjadi sahabat terbaik dalam perjalanan kemana saja, karena tinggal scan barcode, dana langsung berpindah ke rekening penjual. Dengan satu aplikasi digenggaman, uang kuliah anak, beli tiket pesawat serta keperluan lainnya menjadi lebih mudah," tandasnya.
Walaupun dalam momen tertentu masih menggunakan kartu ATM untuk bertransaksi seperti tarik tunai dan membayar sesuatu di pasar swayalan atau toko tertentu.
Baca Juga: BTN dan Indosat Jajaki Kolaborasi Layanan Keuangan Digital untuk Perluas Akses dan Percepat Inklusi Keuangan Sama halnya dengan Dicky Irawan yang memanfaatkan aplikasi wondr by
BNI untuk melakukan pembayaran cicilan KPR rumahnya di Perumahan Grand Algeria, Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang.
Dicky Irawan mengakui bahwa aplikasi wondr by BNI yang ada di gawainya belum ia gunakan secara maksimal. Lebih kepada pengecekan saldo dan besaran cicilan KPR rumahnya. Manakala ada keperluan mendadak atau lupa bawa uang cash, wondr by BNI jadi andalan.
Aplikasi wondr by
BNI menawarkan berbagai kemudahan dalam bertransaksi dan memanjakan nasabahnya dalam berbagai kegiatan, termasuk dalam transaksi keuangan. Mau pesan tiket, belanja di mall atau makan enak di pusat jajanan tak perlu repot bawa uang cash dalam jumlah banyak. Cukup bawa gawai atau handphone yang didalamnya ada aplikasi m-banking wondr by
BNI, semua transaksi bisa terselesaikan.
Di era serba teknologi sekarang, semua perbankan berlomba-lomba dalam memberikan layanan terbaik kepada nasabahnya, termasuk dalam bertransaksi secara online lewat m-banking, memudahkan nasabah bertransaksi dalam satu genggaman. BNI sendiri sudah meluncurkan wondr by BNI sejak Juli 2024 dan mendapat sambutan yang sangat positif dari masyarakat.
Baca Juga: DE IMEJ, Inovasi Digital Imigrasi Jawa Timur Permudah WNA dan Dongkrak Investasi dan Sektor Pariwisata Tiga Dimensi KeuanganAplikasi wondr by BNI dilengkapi dengan 3 Dimensi Keuangan yang unik yang meliputi Insight, Transaksi, dan Growth, yang mencerminkan konsep masa lalu, masa kini, dan masa depan.Dimana, dengan Insight, nasabah dapat memantau sekaligus menganalisis keuangan mereka sebelumnya melalui tampilan rekap keuangan yang lengkap setiap harinya. Dimensi ini memungkinkan masyarakat untuk melakukan pengelolaan keuangan yang lebih optimal berdasarkan data historis serta membantu memahami kondisi keuangan saat ini dan bagaimana pengelolaan yang tepat.
Kemudian, dimensi kedua adalah Transaksi yang mendukung kebutuhan keuangan real-time nasabah dengan fitur seperti transfer domestik, pembayaran tagihan, dan pengaturan jadwal transfer yang semuanya dapat dilakukan hanya dalam tiga langkah sederhana, memudahkan nasabah dalam pengelolaan transaksi harian.
Sementara untuk dimensi ketiga adalah Growth yang berfokus pada perencanaan masa depan dengan menyediakan berbagai pilihan produk finansial yang sesuai dengan kebutuhan nasabah, seperti investasi dan tabungan, memberikan nasabah kesempatan untuk tumbuh dan berkembang secara finansial sesuai kebutuhan mereka.
Baca Juga: Rumah Impian Anti Ribet, BTN Gandeng Pinhome Hadirkan KPR Digital Tiga dimensi keuangan yang diadopsi wondr by
BNI ini bak falsafah 'Dalihan Na Tolu' dalam kekerabatan suku Batak, khususnya Batak Toba. Dalihan Na Tolu yang bermakna "tungku tiga kaki" adalah sistem nilai dan kekerabatan yang menjadi pedoman hidup masyarakat Batak. Falsafah ini menjadi pedoman utama dalam interaksi sosial, penyelesaian masalah, dan pelaksanaan adat budaya agar kehidupan berjalan seimbang, harmonis, dan saling menghargai.
Dimulai dari Somba Marhula-hula (menghormati kelompok marga dari pihak isteri). Dalam adat Batak, mereka menempati posisi yang paling dihormati karena dianggap sebagai sumber kehidupan dan berkat.
Kemudian, Elek Marboru (menyayangi/mengayomi pihak keluarga yang menerima perempuan) atau suami dari adik atau kakak yang perempuan. Posisi ini harus diayomi dan disayangi. Dalam berbagai acara adat, pihak Boru biasanya menjadi pelaksana atau "tulang punggung" yang melayani dan menyukseskan kegiatan.
Dan falsafah yang ketiga Manat Mardongan Tubu (saling menghargai antara abang adik dan pihak yang memiliki ikatan darah, kerabat semarga, atau teman semarga). Hubungan ini diibaratkan seperti tangan kanan dan tangan kiri yang saling menjaga.
Baca Juga: Pemko Tebingtinggi Dan Tanjungbalai Jalin Kerja Sama, Perkuat Layanan Publik Dalihan Na Tolu atau tungku tiga kaki harus seiring sejalan dan saling melengkapi, jika salah satu dari 3 kaki tungku mengalami masalah, sudah pasti akan mempengaruhi dua kaki lainnya. Sama halnya dengan 3 dimensi keuangan dalam wondr by
BNI mengalami kendala atau tidak berfungsi, sudah pasti akan mempengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap wondr by
BNI.
Berdasarkan analisa data dan fakta yang dirangkum dari akun media sosial BNI, masih saja ada komentar atau laporan dari pengguna wondr by BNI yang menyampaikan keluhannya lewat komentar di beberapa postingan BNI, terutama terkait promosi atau informasi terkait wondr by BNI. Keluhan customer tersebut, rata-rata langsung ditanggapi admin dan dicarikan solusinya dengan menyarankan nasabah langsung menyampaikan keluhannya ke kantor cabang BNI terdekat.
Kritik dan SaranMenyikapi masih adanya keluhan dari nasabah, BNI harus bersikap dan segera menindaklanjuti apa jenis keluhannya dan segera memberikan jawaban serta jalan keluar. Terutama untuk masalah transaksi di aplikasi wondr by BNI atau kendala dalam penggunaan ATM, dimana pada saat transaksi tarik tunai, transaksi transfer uang dan transaksi lainnya ada beberapa keluhan seperti uang tidak keluar tapi saldo berkurang. Uang yang dikirim lewat aplikasi ternyata belum masuk ke rekening penerima, sementara saldo sudah dipotong.
Baca Juga: Polda Sumut Sita 9 Aset Mantan Pejabat BNI Aek Nabara Proses pengembalian dana terpotong ini, berdasarkan pengalaman penulis memakan waktu 6 sampai 12 hari kerja, rentang waktu pengembalian dana ini sebaiknya semakin dipercepat agar kepercayaan masyarakat terhadap
BNI tetap menguat dan tidak beralih ke perbankan lainnya.
BNI harus legowo ketika menerima kritik dan saran untuk perbaikan, kritik dan saran dari nasabah menjadi tantangan sekaligus peluang bagi BNI dalam menyelesaikan masalah-masalah yang kerap terjadi dan menimpa nasabah.
Kelak, dengan adanya upaya-upaya perbaikan terhadap permasalahan-permasalahan yang ada, 3 dimensi keuangan yang ada dalam aplikasi wondr by
BNI bisa seiring sejalan dan saling melengkapi, seperti falsafah Dalihan Na Tolu atau tungku tiga kaki tetap saling mendukung. Jangan sampai salah satu dari tiga tungku tersebut mengalami masalah, karena kalau bermasalah maka konsep masa lalu, masa kini, dan masa depan bisa tidak saling sinkron.
Aplikasi wondr by BNI memungkinkan pengguna untuk lebih memahami pola pendapatan dan pengeluaran mereka, serta merencanakan tujuan keuangan masa depan dengan memilih produk investasi yang paling sesuai. Dengan dukungan teknologi terkini, wondr by BNI diharapkan menjadi super app yang menawarkan solusi keuangan holistik untuk keluarga dan pelaku usaha UMKM.
Baca Juga: Polda Sumut Tetapkan Istri Mantan Pejabat Bank BNI Aek Nabara Tersangka TPPU