Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
AstraPay Dukung UMKM Melek Digital, Berdaya Saing dan Berdampak Bagi Banyak Orang

AstraPay Dukung UMKM Melek Digital, Berdaya Saing dan Berdampak Bagi Banyak Orang

James Pardede - Jumat, 03 Juli 2026 16:00 WIB
Matatelinga/James
Aplikasi pembayaran digital AstraPay bisa dimanfaatkan untuk pembayaran apa saja dan penggunaannya sangat mudah.

MATATELINGA - Mendapat kesempatan menikmati kota Jakarta, saya sebagai anak Medan merasa terhormat ketika yang mengundang menyarankan saya untuk men-download aplikasi AstraPay dari Google Play Store. Tak perlu waktu lama, aplikasi telah terpasang dan langsung isi saldo.

Begitu pesawat dari Medan mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, saya memilih makan siang dulu di bandara dan melakukan transaksi perdana menggunakan AstraPay. Sesimpel itu, ya? Pasca pembayaran di salah satu merchant saya langsung dapat point.

Sebelum pulang ke Medan, saya menikmati beberapa tempat nongkrong dan setiap kali melakukan transaksi saya menggunakan aplikasi AstraPay. Saat menuju bandara, saya memilih naik Damri dan bayarnya pakai AstraPay. Lagi-lagi, saya dapat point otomatis.

Baca Juga: PWPM Ikut Gerakkan Ekonomi Lokal di Bazaar UMKM Apeksi

Seraya menunggu boarding dan naik ke pesawat, saya iseng membuka aplikasi AstraPay dan mencoba 'berselancar' melihat-lihat fasilitas yang ditawarkan. Selain bisa digunakan untuk bertransaksi, membayar tagihan air, listrik, telepon dan kebutuhan lainnya, AstraPay juga bisa digunakan untuk membayar asuransi, donasi dan zakat, travel dan hiburan, pajak, cicilan mobil dan kebutuhan lainnya.

Bagi yang doyan makan pasti sangat suka dengan program diskon dan promo, aplikasi ini menawarkan promo secara berkesinambungan lewat aplikasi atau lewat akun AstraPay di media sosial. Karena masih punya waktu agak lama, saya juga membaca beberapa Tips yang dihadirkan AstraPay dalam aplikasinya. Ada tips cara naik busway, MRT lengkap dengan langkah-langkah pembayarannya.

Sampai di Medan, saya memanfaatkan aplikasi AstraPay untuk membayar belanja makanan di sentra Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Melihat pelaku UMKM di Medan, boleh dikata sudah bertransformasi dari sistem pembayaran konvensional ke pembayaran sistem digital.

Transformasi Digital

Baca Juga: PRSU ke-50 Siap Digelar, Momentum Kebangkitan dan Jadi Etalase Kebanggaan Sumut

Tak perlu takut untuk bertransaksi saat mau makan bakso, beli tahu walik atau sekadar makan sate kacang asal gawai yang menyimpan aplikasi AstraPay tidak ketinggalan. Seperti kata anak-anak zaman now, lebih baik ketinggalan dompet daripada ketinggalan handphone.

AstraPay sebagai salah satu aplikasi pembayaran digital mempertegas komitmennya dalam mendukung percepatan adopsi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dan penguatan ekosistem ekonomi digital nasional, khususnya kepada pelaku UMKM agar tidak ketinggalan zaman.

Melalui inovasi layanan, edukasi, serta perluasan akses keuangan digital bagi pelaku usaha, AstraPay ingin memastikan transformasi digital dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat dan UMKM di Indonesia.

Chief Executive Officer AstraPay, Rina Apriana dalam sebuah kesempatan menyampaikan, UMKM masih menjadi tulang punggung perekonomian nasional dengan kontribusi sekitar 61 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia serta menyerap hampir 97 persen tenaga kerja nasional.

Baca Juga: Rakernas XVIII APEKSI Diproyeksikan Putar Ekonomi Kota Medan hingga Rp72,3 Miliar

"Hingga saat ini, jumlah UMKM di Indonesia tercatat mencapai lebih dari 64 juta unit usaha dan menjadi penggerak utama ekonomi masyarakat di berbagai daerah," tandasnya.

Rina menilai perkembangan industri digital harus berjalan seiring dengan pembangunan ekosistem yang inklusif dan berkelanjutan. Menurutnya, digitalisasi tidak hanya berbicara tentang kemudahan transaksi, tetapi juga bagaimana teknologi mampu membantu masyarakat dan pelaku usaha berkembang secara berkelanjutan.

"AstraPay ingin memastikan bahwa pertumbuhan bisnis yang dilakukan juga sejalan dengan upaya memperluas akses keuangan digital, meningkatkan literasi, dan memperkuat daya saing UMKM Indonesia," terangnya.

Sebagai bagian dari komitmen jangka panjang tersebut, AstraPay secara konsisten menghadirkan berbagai program pemberdayaan UMKM di sejumlah daerah. Program itu meliputi pelatihan digital marketing, pengelolaan usaha, edukasi transaksi digital, hingga penguatan literasi keuangan bagi para pelaku usaha.

Baca Juga: Merawat Mangrove, Memberi Rumah Baru Bagi Biota Laut, Berdampak Positif Bagi Masyarakat Pesisir

Lebih lanjut Rina menyampaikan bahwa AstraPay telah melayani lebih dari 17,5 juta pengguna dengan jumlah transaksi mencapai lebih dari 90 juta transaksi per tahun.

Capaian tersebut menunjukkan pertumbuhan layanan AstraPay sekaligus relevansinya dalam memenuhi kebutuhan transaksi digital masyarakat melalui ekosistem yang terintegrasi dengan berbagai lini bisnis Astra dan mitra strategis lainnya.

Pertumbuhan industri pembayaran digital harus dibangun melalui kolaborasi yang berkelanjutan antara regulator, media, pelaku usaha, dan masyarakat.

"Kedepan, AstraPay berkomitmen untuk terus memperluas kontribusinya dalam mendukung inklusi keuangan, mempercepat digitalisasi UMKM, serta memperkuat ekosistem ekonomi digital nasional melalui inovasi layanan yang relevan, aman, dan berdampak bagi masyarakat Indonesia," kata Rina.

Baca Juga: Dorong Literasi Keuangan Merata, Asuransi Astra Edukasi Keuangan di Beragam Segmen Masyarakat

Dalam sebuah kesempatan Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Abidin Abdul Haris menyampaikan, inovasi layanan yang aman dan adaptif menjadi faktor penting dalam mempercepat transformasi digital yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Kolaborasi antara regulator dan pelaku industri menjadi penting untuk memastikan transformasi digital berjalan inklusif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas, termasuk UMKM," tandas Haris.

Berdasarkan data Bank Indonesia hingga 2025, QRIS telah digunakan oleh lebih dari 57 juta pengguna dan menjangkau lebih dari 39 juta merchant. Mayoritas merchant tersebut merupakan pelaku UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi nasional.

Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Medan Citra Effendi Capah saat ditemui di kantornya menyampaikan bahwa UMKM menjadi salah satu sendi ekonomi yang tahan banting. Ada ratusan UMKM yang sudah mendapat pendampingan dan pelatihan dari Pemko Medan lewat Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan.

Baca Juga: Perkuat UMKM Berbasis Kearifan Lokal, Kahiyang Ayu Kunjungi Galeri Dekranasda Gunungsitoli

"Secara khusus, Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Pemko Medan memberi ruang bagi UMKM untuk mendapatkan informasi terkait pengurusan ijin usaha, pelatihan dengan mengundang pihak perbankan dan lembaga keuangan lainnya agar UMKM bisa mendapatkan bantuan dan mendapat kemudahan dalam mengajukan pinjaman, UMKM juga diberikan edukasi tentang literasi keuangan untuk mengenal sistem pembayaran digital," tandasnya.

Harapan kita ke depan, tambah Citra Effendi Capah UMKM di Medan tidak hanya naik kelas, tapi juga bisa melek digital dan berdaya saing. Pelaku UMKM saat ini sudah beralih dari pembayaran secara konvensional ke pembayaran secara digital.

"Tak cukup hanya melek digital dan berdaya saing, tapi juga berdampak bagi banyak orang," tegasnya.

Seperti disampaikan di atas, perkembangan industri digital harus berjalan seiring dengan pembangunan ekosistem yang inklusif dan berkelanjutan.

Baca Juga: Dorong Pengembangan Kawasan Wisata Danau Toba, Pemkab Ssamosir Jalin kerjasama dengan BTN

Karena, digitalisasi tidak hanya berbicara tentang kemudahan transaksi, tetapi juga bagaimana teknologi mampu membantu masyarakat dan pelaku usaha berkembang secara berkelanjutan.

Editor
: Admin

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

PWPM Ikut Gerakkan Ekonomi Lokal di Bazaar UMKM Apeksi

Ekonomi

PRSU ke-50 Siap Digelar, Momentum Kebangkitan dan Jadi Etalase Kebanggaan Sumut

Ekonomi

Rakernas XVIII APEKSI Diproyeksikan Putar Ekonomi Kota Medan hingga Rp72,3 Miliar

Ekonomi

Merawat Mangrove, Memberi Rumah Baru Bagi Biota Laut, Berdampak Positif Bagi Masyarakat Pesisir

Ekonomi

Dorong Literasi Keuangan Merata, Asuransi Astra Edukasi Keuangan di Beragam Segmen Masyarakat

Ekonomi

Perkuat UMKM Berbasis Kearifan Lokal, Kahiyang Ayu Kunjungi Galeri Dekranasda Gunungsitoli