MATATELINGA - Medan : Sore itu, hujan mengguyur kawasan tempat dilaksanakannya Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 di Jalan Gator Subroto Medan, Senin (20/7/2026) tak menyurutkan semangat Siti Absah Nainggolan (40) melayani pengunjung yang datang ke stand Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sumatera Utara. Di stand ini ada beragam hasil karya kerajinan, makanan dan minuman hasil produksi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang menjadi binaan Dekranasda Sumut.
Siti Absah Nainggolan yang akrab disapa Itty tetap tersenyum ketika ditanya tentang beberapa produk yang dipamerkan. Ia juga tak lupa menawarkan produk snack hasil olahannya. Saat pengunjung membeli beberapa produk UMKM di stand
Dekranasda Sumut, Itty tak lupa mengucapkan terimakasih seraya tersenyum dan berharap omzet penjualan produknya bulan ini meningkat.
Bincang-bincang ringan dengan Itty, ia memulai cerita asal muasal ia memutuskan buka usaha keripik bawang. Keinginan awalnya adalah membuat camilan sehat dan berkualitas. Sebelum memulai usahanya, ia pernah bekerja di Unilever selama lebih kurang 3 tahun. Setelah menikah ia resign dan bingung mau kerja apa. Itty kemudian memberanikan diri memulai usaha pembuatan snack atau kue jadul seperti keripik bawang.
Baca Juga: Bupati Dan Wakil Bupati Sambangi Paviliun Kabupaten Asahan Di PRSU Medan Dimulai dari satu kilo, Itty membuat keripik bawang dan menjualnya lewat WA Group, medsos dan lingkungannya. Respon positif ia peroleh dari teman-teman sekerjanya dulu di Unilever. Pesanan pun bertambah menjadi 7 kilo, dan meningkat terus karena banyak yang memesan secara khusus dan berulang (repeat order).
Seiring waktu berjalan, Itty mulai berpikir untuk lebih serius. Ia pun mengurus NIB secara online, mendatangi Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Sumatera Utara untuk mendapatkan arahan dan bimbingan terkait langkah apa yang selanjutnya dilakukan. Itty mengakui dengan berkonsultasi ke Dinas Koperasi, UKM Sumut, ia mendapat banyak masukan dan mulai belajar dari produk-produk yang sudah ada dan bisa menembus pasar global.
"Dinas Koperasi dan UKM Sumut menyarankan saya untuk mengurus label halal (sertifikat halal) untuk produk saya ke Dinas Koperasi Deli Serdang, karena lokasi usaha saya berada di Kabupaten Deli Serdang," paparnya.
Learning by doing, belajar sambil berbuat bagi Itty informasi tentang dunia usaha selalu ia 'lahap' dari berbagai informasi yang diperoleh ia pelajari dengan serius. Itty belajar sendiri untuk menentukan bentuk kemasan produknya setelah melihat beberapa contoh kemasan di internet. Dengan pola amati, tiru dan modifikasi, Itty membuat kemasan produknya, awalnya ia cetak di Medan, karena sudah partai besar dan harga yang ditawarkan lebih bersaing, Itty akhirnya mencetak kemasan produknya di Bandung.
Baca Juga: Dukung UMKM Naik Kelas, Koperasi jadi Pilar Penting dalam Penguatan Ekonomi Kerakyatan Sekarang, ia telah menambah produknya seperti kue akar kelapa, peyek kacang tanah, peyek kacang hijau dan kacang intip. Semua produknya sudah berlabel halal dan mereknya sudah dipatenkan dengan nama
Itiyyy Snack lengkap dengan foto kartun dirinya. Penjualannya mengandalkan promosi lewat media sosial, WA Group, keluarga dan lingkungan tempat tinggal.
"Pada awalnya, kemasan produknya sangat sederhana dan banyak teman tidak percaya kalau itu hasil olahan saya sendiri. Lalu saya memutuskan untuk melampirkan foto 'kartun' wajah saya di kemasan agar teman-teman saya percaya," tandasnya.
Keinginan Itty untuk berkembang sudah bulat, dengan semangat pantang menyerah ia memperjuangkan usaha snack yang ia bangun dari nol bisa naik kelas dan semakin dikenal.
"Agar tidak salah memilih jalan, saya kembali mendatangi Dinas Koperasi, UKM Sumut dan mencarikan saya pendamping. Itiyyy Snack akhirnya bisa menjadi UMKM binaan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sumut. Peluang untuk melebarkan sayap terbuka lebar. Produk Itiyyy Snack sudah ikut dipamerkan di Jakarta, Kendari dan Makassar, termasuk di arena PRSU ke-50 ini. Saya merasakan sendiri peran Dinas Koperasi, UKM Sumut mendukung UMKM tidak hanya sekadar naik kelas, tapi bisa lebih berdaya, berdampak dan menembus pasar global," paparnya.
Baca Juga: PT PPSU Gandeng Kedutaan Besar Tiongkok, Hadirkan 200 Mesin Cuci Darah dan PLTS 300 MW di Sumut Itty menyampaikan bahwa omzetnya saat ini per bulan bisa mencapai Rp15 juta dan membuka beberapa reseller.
Itiyyy Snack juga sudah ada di Amanda, Menara dan PT.KAI. Selain aktif promosi di media sosial,
Itiyyy Snack juga sudah masuk pasar nasional lewat platform e-commerce.
"Impian saya, bisa punya galeri sendiri dan Itiyyy Snack bisa semakin dikenal luas serta diminati masyarakat. Alhamdulilah, bulan Juli ini produk snack saya bisa ikut pameran UMKM yang diselenggarakan Bank Indonesia. Keberhasilan ini menjadi sesuatu hal yang sangat berkesan, karena sudah dua kali gagal seleksi, dan akhirnya bisa lolos menjadi salah satu UMKM Binaan Bank Indonesia. Yang pasti, sampai hari ini saya tidak pernah lupa dengan dukungan Dinas Koperasi, UKM Sumut dalam menunjukkan jalan bagi saya bisa makin dikenal," tegasnya.
Keberhasilan Itty bisa semakin dikenal tidak lantas membuatnya berpuas diri dengan kondisinya sekarang. Ia tetap belajar, belajar dan mencari peluang ke berbagai institusi. Ia juga mendapat kesempatan untuk mengikuti sekolah bisnis yang dilaksanakan JNE. Semua itu ia lakukan untuk memperkenalkan
Itiyyy Snack kepada siapa pun agar semakin dikenal.
Baca Juga: Pengunjung PRSU 2026 Bisa "Berselancar" Malihat Aplikasi Mobile PLN