JAKARTA - Matatelinga, Maskapai penerbangan AirAsia Indonesia hanya akan terkena sentimen negatif akibat tragedi pesawat jatuh. Sehingga, tidak memerlukan pemecahan masalah yang signifikan guna memulihkan kepercayaan masyarakat.Dia mengatakan, kebanyakan penumpang AirAsia yang hilang memang terjadi secara tidak terduga. Sayangnya, kejadian ini bertepatan dengan momentum liburan.“Dalam situasi peristiwa seperti ini, pihak AirAsia hanya bisa meredam dengan melakukan empati, saya kira sentimen masyarakat hanya mood sesaat yang menurunkan sekira 5 persen minat publik," tutur akademisi dan praktisi bisnis Rhenald Khasali di Jakarta, Kamis (1/1/2015) lalu.Terlebih, AirAsia melalui CEO Tony Fernandes menyatakan akan bertanggung jawab sepenuhnya kepada pihak korban para penumpang."Terutama bila pihak AirAsia mampu memberikan kompensasi yang layak. Saya rasa, masyarakat masih bisa memaklumi kejadian ini," ujarnya.Sekadar informasi, pesawat AirAsia penerbangan QZ8501 dari Surabaya menuju Singapura dinyatakan hilang 28 Desember 2014. Pesawat membawa 155 penumpang dan tujuh kru maskapai.(Fit/Okc)