MATATELINGA, Jakarta:Sebelumnya, melalui MSCI 2026 Market Classification Review pada 24 Juni 2026, MSCI mengumumkan bahwa mengakui reformasi transparansi yang telah diumumkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), PT Bursa Efek Indonesia (BEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).Pengakuan itu mencakup peningkatan pengungkapan pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1 persen, klasifikasi investor yang lebih rinci, pengenalan kerangka kerja High Shareholders Concentration (HSC), serta peta jalan untuk meningkatkan persyaratan free float minimum menjadi 15 persen.
Penyedia indeks global MSCI Inc mengumumkan MSCI Equity Indexes August 2026 Index Review pada 12 Agustus 2026 waktu Central European Summer Time (CEST), dengan semua perubahan akan berlaku pada penutupan bursa pada 31 Agustus 2026 dan efektif pada 1 September 2026.Melalui pengumumannya yang dilansir di Jakarta, Rabu, MSCI mengeluarkan dua saham Indonesia dari MSCI Global Standard Index dan tidak ada saham Indonesia yang masuk ke MSCI Global Standard Index.
Selain itu, MSCI juga melakukan penyesuaian pada kategori MSCI Global Small Cap Index untuk saham Indonesia, yang mana memasukkan satu saham dan mengeluarkan sembilan saham dari indeks ini.
Baca Juga: Warga Bandar Pulau Bekuk Pengedar Sabu Berikut rincian hasil MSCI Equity Indexes August 2026 Index Review untuk saham Indonesia :
MSCI Global Standard Indexes
Masuk: -
Keluar: PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO)
Baca Juga: RUPS 2025: Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara MSCI Small Cap Indexes
Masuk: PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN)
Keluar: PT. Bank Jago Tbk (ARTO), PT Bukalapak Tbk (BUKA), PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA), PT MD Entertainment Tbk (FILM), PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL), PT MNC Tourism Indonesia Tbk (KPIG), PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), dan PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI)
Baca Juga: Pemkab Asahan Gelar Rakorpem MSCI Micro Cap Indexes
Masuk: -
Keluar: -
Dengan demikian, masih terdapat sembilan saham Indonesia yang menghuni MSCI Global Standard Index, yakni PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI),dikutip Antara
Baca Juga: Tekanan Global dan Pelemahan Rupiah Membebani Pasar Finansial Domestik Kemudian, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), dan PT United Tractors Tbk (UNTR).
Sementara, pada MSCI Global Small Cap Indexes, masih terdapat sekitar 33 saham Indonesia yang bertahan di dalam daftar indeks tersebut.
Selanjutnya, MSCI akan mengumumkan index review berikutnya pada 11 November 2026, dengan tanggal efektif pada 1 Desember 2026
MSCI Index Review merupakan peninjauan berkala (quarterly index review) yang dilakukan oleh MSCI untuk menyesuaikan bobot, memasukkan, atau mengeluarkan konstituen saham-saham global dalam portofolio indeks acuannya.
Baca Juga: Sekertaris Diskominfo Asahan Atas Nama Wakil Bupati Asahan Buka Pelatihan Dan Peningkatan Kapasitas Jurnalistik Hasil peninjauan itu sangat penting bagi investor karena mempengaruhi aliran dana asing di pasar modal global.
Baca Juga: Pemkab Asahan Siapkan Lahan, MAN Insan Cendekia Segera Hadir sebagai Madrasah Unggulan Nasional