MATATELINGA,JAKARTA -Industri pertambangan di seluruh dunia, termasuk Indonesia, sedang tidak berada di zona nyaman. Tuntutan untuk terus meningkatkan produktivitas harus dibarengi dengan upaya menekan biaya operasional yang kian membengkak. Di tengah tekanan itu, satu hal yang sering terlupakan justru menjadi kunci: keandalan alat berat.
Persoalan ini menjadi sorotan utama dalam ajang Mining Indonesia 2026.
Castrol CRB Mining hadir memperkuat posisinya sebagai technical partner bagi industri pertambangan, membawa keahlian teknis, pemahaman kebutuhan operasional, hingga solusi pelumasan yang mendukung performa dan umur mesin.
Baca Juga: MyPertamina Xperience Hadir di GIIAS 2026, Perkenalkan Ekosistem Energi Terintegrasi "Keandalan mesin tidak dimulai ketika terjadi masalah, tetapi dari bagaimana kita mengantisipasi dan menjaga kondisinya sejak awal. Bagi industri pertambangan, equipment yang lebih andal berarti lebih sedikit gangguan operasional dan peluang untuk mengoptimalkan utilisasi aset," ujar Troy Howard, General Manager B2B, Castrol Indonesia dalam acara Talkshow Kompas Professional Mining dan Castrol dengan tema "Strategi Bertahan di Tengah Tekanan Opex: Menjawab Tantangan Efisiensi Energi dan Keandalan Alat Berat di Sektor Pertambangan" di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (11/9/2026).
Tekanan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi memang semakin besar. Laporan PwC Mine 2026 mencatat bahwa industri pertambangan global harus memproduksi secara lebih efisien di tengah berbagai tantangan, mulai dari ketahanan energi, fragmentasi geopolitik, perkembangan teknologi, hingga ekspektasi masyarakat yang makin tinggi.
Tantangan itu kian berat karena harga energi yang naik dan fluktuatif berdampak langsung pada struktur biaya operasional atau operational expenditure (opex). Pelaku usaha pun dituntut menjaga profitabilitas tanpa mengorbankan target produksi. Kondisi ini mendorong perusahaan tambang untuk melihat produktivitas secara lebih luas, termasuk bagaimana mengoptimalkan aset dan investasi agar menghasilkan nilai lebih tinggi.
Baca Juga: RLD Hadiri FGD PSEL Medan Raya, Dorong Solusi Sampah Jadi Energi Downtime Alat Berat Bukan Sekadar Masalah Perawatan
Menurut Troy Howard, bagi industri pertambangan downtime atau kondisi ketika mesin dan perangkat tidak berfungsi normal bukan sekadar persoalan perawatan. Ini adalah persoalan efisiensi operasional. Perangkat mesin yang tidak dapat beroperasi secara optimal dapat memengaruhi produktivitas, utilisasi aset, dan biaya operasional.
Baca Juga: Transisi Energi dan Ujian Pemerintahan Ekologis Indonesia Karena itu, upaya meningkatkan efisiensi perlu dimulai dari bagaimana perusahaan menjaga equipment tetap andal dan meminimalkan potensi gangguan operasional.
Menurutnya, dalam operasional pertambangan yang berat, pemilihan pelumas dan pengelolaan pelumasan menjadi bagian penting dari upaya tersebut. Castrol, kata dia, tidak hanya menghadirkan produk, tetapi juga keahlian teknis untuk membantu pelanggan memahami kebutuhan mesin dan menentukan pendekatan pelumasan yang tepat.
Castrol CRB Mining Dukung Performa dan Umur Mesin Lebih Lama
Dalam operasional pertambangan yang berat, beban tinggi, jam operasi panjang, temperatur tinggi, serta paparan debu dan kontaminan dapat mempercepat degradasi pelumas. Kondisi ini memicu penumpukan deposit dan menyebabkan pengentalan oli yang berpotensi mengganggu performa mesin.
Baca Juga: Data ESDM 93% Subsidi BBM Dinikmati Kalangan Mampu, Saatnya Beralih ke Transportasi Publik Karena itu, pengelolaan pelumasan yang tepat menjadi bagian penting dari upaya menjaga keandalan alat berat. Tidak hanya dengan melumasi komponen, tetapi juga membantu menjaga kebersihan mesin dan kondisi oli sepanjang masa pakainya.
Castrol CRB Mining diformulasikan dengan cleaning agents untuk membantu mengendalikan penumpukan deposit dan antioksidan untuk membantu menghambat reaksi kimia yang dapat menyebabkan pengentalan oli. Dengan membantu menjaga kebersihan mesin dan kondisi pelumas, Castrol CRB Mining mendukung performa yang andal dan umur mesin yang lebih panjang.
Diskusi Equipment Reliability, Hadirkan Perspektif Ekonomi dan Industri
Selain menghadirkan solusi pelumasan, Castrol juga menggelar diskusi bersama pelaku industri untuk membahas bagaimana equipment reliability dan perawatan proaktif dapat mendukung efisiensi operasional pertambangan.
Baca Juga: Dukung Swasembada Energi Nasional, Bobby Nasution Dorong Percepatan Legalisasi Sumur Minyak Rakyat di Sumut Diskusi ini menghadirkan ahli dari bidang ekonomi maupun asosiasi terkait untuk melihat tantangan produktivitas dan optimalisasi aset dari perspektif ekonomi dan industri.
Dari perspektif ekonomi, Imaduddin Abdullah, Direktur INDEF Green Transition Initiative, mengatakan bahwa peningkatan produktivitas perlu turut mempertimbangkan bagaimana perusahaan mengoptimalkan aset yang telah dimiliki.
"Di tengah tekanan biaya operasional, peningkatan produktivitas tidak selalu berarti menambah aset. Salah satu peluangnya adalah memastikan aset yang sudah dimiliki dapat digunakan secara optimal, tersedia ketika dibutuhkan, dan menghasilkan nilai yang lebih tinggi bagi perusahaan," ujarnya.
Sementara itu, Widhi Setya, Department Head of Long-Term Research & Regulation Perkumpulan Tenaga Ahli Alat Berat Indonesia, menyoroti pentingnya pendekatan perawatan yang lebih proaktif dalam menjaga performa alat berat.
Baca Juga: Lima Buah Segar di Konsumsi di Pagi Hari "Perawatan perlu dilihat bukan hanya sebagai aktivitas untuk memperbaiki alat setelah terjadi kerusakan. Preventive maintenance, pemantauan kondisi alat, dan pengelolaan perawatan yang disiplin menjadi bagian penting untuk menjaga alat berat tetap optimal dan mengurangi risiko unplanned downtime," ujarnya.
Melalui kehadirannya di Mining Indonesia 2026, Castrol terus memperkuat perannya sebagai technical partner bagi industri pertambangan Indonesia, dengan menghadirkan produk, keahlian teknis, dan wawasan industri untuk membantu pelaku usaha menjaga reliability equipment sekaligus mengejar efisiensi operasional yang lebih baik.
Baca Juga: Harga Energi Melonjak Tajam danTekanan Perekonomian dunia, Trump Temui Presiden China