MATATELINGA,Toba:Banyaknya perusahaan permodalan atau pinjaman uang berkedok koperasi dan lainnya di luar bank, semakin ramai di Kabupaten Toba. Banyak warga yang ingin memulai mengembangkan usaha melakukan pinjaman tanpa jaminan. Para peminjam atau nasabah wajib bentuk kelompok di lingkungan yang sama dan mengikuti pertemuan kelompok setiap minggu.
Sasarannya ibu-ibu rumah tangga yang tidak paham mengelola ke
uangan dan bahkan sang suami tidak diminta persetujuan. Tidak jarang perusahaan permodalan banyak makan korban karena si peminjam tidak bisa bayar hingga ada yang melarikan diri, bahkan ada sampai meninggal dunia akibat tekanan tukang tagih yang datang menagih setiap malamnya.
Media ini akan mencoba mendalami sepak terjang setiap perusahaan atau perkumpulan pendanaan. Perusahaan permodalan berdalih membantu tetapi para nasabah beranggapan jika uang yang mereka pinjam untuk memenuhi kebutuhan dapur dan bukan untuk usaha, dimana uang yang mereka pinjam harus dikembalikan berikut bunganya.Salah satu permodalan yang kita bedah DPAM Matorop atau perkumpulan amanah pemberdayaan masyarakat yang berada di kecamatan Silaen Kabupaten Toba.
Baca Juga: 65 Hari Menuju Panen, Bu Estu Kenalkan GP-65 Bogor: “Mari Sejahterakan Petani”