Tujuh Dekade Asuransi Astra, Dari Don't Worry Be Happy Sampai Peace of Mind

James Pardede - Sabtu, 10 Oktober 2026 09:00 WIB
Matatelinga/James
KLAIM FROM ANYWHERE: Asuransi Astra sudah menerapkan KLAIM FROM ANYWHERE, klaim secara online lewat aplikasi myGarda, akan tetapi ada juga pelanggan yang langsung datang ke kantor cabang untuk melakukan klaim., Foto : James P Pardede

MATATELINGA - Danres Saragih, salah seorang jurnalis media cetak di Medan merasa sangat beruntung bisa ikut acara Media Gathering #TujuhDekadeAsuransiAstra di Interlokal, Jalan T Cik Ditiro Medan, pertengahan September 2026 lalu dengan tema "Cerdas Memahami, Nyaman Menggunakan : Memahami Perlindungan Konsumen untuk Pengalaman berasuransi yang Lebih Baik".

"Bisa ikut kegiatan seperti ini sangat langka, ada banyak hal yang bisa saya dapatkan dari kegiatan ini. Terutama dengan hadirnya narasumber dari OJK dan dari pihak Asuransi Astra. Pengetahuan saya tentang asuransi semakin bertambah, dan bekal ilmu yang saya peroleh bisa saya bagikan ke keluarga dan kerabat," kata Danres Saragih.

Lebih lanjut Danres Saragih menyampaikan, materi terkait asuransi semakin mudah dipahami ketika narasumber memberikan beberapa contoh kejadian sehari-hari yang tak terduga. Lantas, apakah kejadianpkejadian seperti bencana banjir, ditimpa pohon bisa diklaim atau tidak. Pemahaman ini menurut Danres perlu juga disebarluaskan kepada masyarakat.

Baca Juga: Perkuat Layanan Kesehatan Primer, Asuransi Astra Dorong Upaya Pencegahan Stunting di Padang

Sama halnya dengan Usrizal Pulungan salah seorang wartawan senior di Medan yang akrab disapa 'Dadong', informasi tentang asuransi yang selama ini ia dapatkan dari berbagai sumber mungkin masih belum lengkap dan belum menjadi referensi terpercaya. Namun, dengan adanya penjelasan dari Asuransi Astra dan OJK, pemahaman Dadong tentang asuransi, khususnya Asuransi Astra semakin bertambah.

"Memang benar, dalam berasuransi kita harus memahami dan mengukur kemampuan kita juga. Kita harus jujur untuk apa kita mengasuransikan kendaraan kita. Kalau kita jujur, proses klaim-nya pasti akan cepat dan tidak terkendala jika hal yang terduga menimpa kendaran kita," kata Dadong mengutip paparan pembicara dari OJK.

Menurut Dadong, seseorang memutuskan untuk menjadi konsumen asuransi karena ingin tenang, nyaman dan tidak perlu khawatir ketika terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan.

Manajer Divisi Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Provinsi Sumatera Utara, Paramita Yulia Nasution dalam kegiatan Media Gathering di Medan memaparkan apa itu asuransi, manfaat dan risiko produk asuransi, perlindungan konsumen dan masyarakat di sektor jasa keuangan serta mekanisme penanganan pengaduan konsumen.

Baca Juga: MARA CW Desak Evaluasi Pelayanan Perumda Tirtanadi, Soroti Minimnya Transparansi Tagihan Akibat Kebocoran

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLK) 2025, tingkat literasi asuransi masyarakat berada di angka 45,45 persen, sementara tingkat inklusinya mencapai 28,50 persen. Kesenjangan tersebut menunjukkan masih adanya ruang untuk memperkuat pemahaman masyarakat mengenai produk dan layanan asuransi, sekaligus memperluas akses terhadap perlindungan yang sesuai dengan kebutuhan. Dari 311 jaringan kantor perusahaan asuransi di Sumatera Utara, pasti akan menunjukkan kelebihannya masing-masing untuk menarik minat konsumen.

MELAYANI DENGAN SEPENUH HATI : Asuransi Astra tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan. Seperti yang dilakukan salah seorang petugas di Medan, melayani pelanggan yang melakukan klaim dengan sepenuh hati, Foto : James P Pardede

Baca Juga: Komitmen Pelayanan Kesehatan inklusif, responsif, dan Berorientasi Kerakyatan di Medan Belawan.

Di tengah kondisi tersebut, upaya membangun kepercayaan terhadap industri asuransi perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui penyampaian informasi yang transparan dan mudah dipahami, kemudahan akses layanan, serta penerapan pelindungan konsumen secara bertanggung jawab.

Lebih lanjut Paramita Yulia Nasution, menekankan pentingnya pemahaman konsumen terhadap hak dan kewajibannya. Konsumen memiliki hak untuk mendapatkan informasi sehingga konsumen didorong untuk aktif bertanya dan berhak untuk membandingkan manfaat yang diperoleh. Selain itu pihak penyedia jasa asuransi wajib untuk memberikan informasi dan menjelaskan secara lebih detail jika konsumen memiliki pertanyaan.

"Kami mengimbau konsumen jujur dan menyampaikan tujuan penggunaan barang yang diasuransikan dengan jelas. Hal ini supaya pihak penyedia asuransi dapat memberikan produk asuransi yang sesuai dengan risiko yang akan dihadapi. Misalnya jika mobil diasuransikan untuk disewakan, maka harus diinformasikan sejak awal karena mobil pastinya memiliki risiko yang lebih besar. Selain itu jika ada bangunan yang digunakan untuk restoran, pastinya setiap saat akan berisiko karena penggunaan kompor yang tinggi. Contoh-contoh tersebut pastinya berpengaruh pada jumlah premi yang akan ditetapkan karena risiko yang dihadapi lebih tinggi dari pemakaian biasa," ujar Paramita.

Baca Juga: Perkuat Standar Layanan Terpercaya, JNE Raih Sertifikasi Halal untuk Layanan Logistik dari BPJPH

Pada praktiknya, lanjut Paramita perlindungan konsumen membutuhkan pemahaman dan keterbukaan dari kedua belah pihak. Perusahaan perlu memastikan informasi dan layanan diberikan secara transparan, sementara konsumen perlu membekali diri dengan pemahaman yang cukup dan menyampaikan informasi dengan jelas kepada pihak penyedia jasa asuransi.

Perlindungan konsumen menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap industri jasa keuangan, termasuk asuransi. Upaya tersebut tidak berhenti pada penyelesaian pengaduan ketika terjadi kendala, tetapi perlu hadir sejak masyarakat mendapatkan informasi, memahami produk, hingga menggunakan layanan dan manfaat perlindungan yang dimililikinya.

"Keselarasan tersebut penting agar manfaat perlindungan dapat digunakan sebagaimana mestinya sekaligus meminimalkan kesalahpahaman yang dapat muncul dalam proses penggunaan layanan asuransi," tandasnya.

Sementara Branch Manager Asuransi Astra Medan, Rangga Septiana, menyampaikan bahwa dari sisi perusahaan, upaya memberikan rasa aman kepada pelanggan tidak hanya diwujudkan ketika pelanggan membutuhkan bantuan.

Baca Juga: Ombudsman RI Perwakilan Sumut Lakukan Penilaian Maladministrasi di Polres Labuhanbatu

Menurutnya, pengalaman pelanggan juga dibentuk dari kemudahan memperoleh informasi dan memahami perlindungan yang dimiliki sejak awal. Karena itu, Asuransi Astra terus menyediakan berbagai kanal komunikasi dan layanan yang dapat dimanfaatkan pelanggan untuk memperoleh informasi maupun bantuan sesuai kebutuhannya.

Mengerti Hak dan Manfaatnya

Selain kemudahan akses informasi, kata Rangga pemahaman terhadap isi polis juga menjadi hal yang perlu diperhatikan pelanggan. Pengetahuan mengenai manfaat dan ketentuan perlindungan dapat membantu pelanggan menggunakan layanan secara lebih tepat, termasuk saat mengajukan klaim.

Dalam beberapa kondisi, kata Rangga proses klaim dapat dipengaruhi oleh hal-hal seperti SIM yang sudah tidak berlaku, perubahan fungsi kendaraan dari penggunaan pribadi menjadi komersial, maupun kendaraan yang secara kepemilikan tercatat atas nama pihak lain.

Baca Juga: 32 Kantor Imigrasi Berganti Nama, Optimalkan Layanan kepada Masyarakat

"Memberikan perlindungan kepada pelanggan berarti memastikan mereka tidak hanya memiliki polis, tetapi juga mengerti apa yang menjadi hak dan manfaatnya. Kami ingin pelanggan dapat memperoleh informasi yang dibutuhkan dengan cara yang sederhana dan melalui kanal yang mudah dijangkau," paparnya.

Dengan pemahaman tersebut, tambahnya pelanggan diharapkan dapat menggunakan perlindungannya secara tepat ketika dibutuhkan. Pada akhirnya, kami ingin setiap pelanggan merasa lebih siap dalam menghadapi berbagai kemungkinan dan tetap dapat menjalani aktivitasnya dengan tenang.

Baca Juga: Dewijaya Care Raih UMKM BERDAYA of the Year dalam UMKM BERDAYA Awards 2026 Asuransi Astra

KLAIM FROM ANYWHERE: Asuransi Astra sudah menerapkan KLAIM FROM ANYWHERE, klaim secara online lewat aplikasi myGarda, akan tetapi ada juga pelanggan yang langsung datang ke kantor cabang untuk melakukan klaim., Foto : James P Pardede

Rasa aman menjadi pelanggan Asuransi Astra, bagi Ali (54) salah seorang kontraktor di Medan sudah dirasakan sejak beberapa tahun lalu ketika memilih 'berlabuh' di Asuransi Astra sebagai asuransi kendaraannya.

Baca Juga: Perluas Akses Layanan Digital, Kominfo Sumut Minta Kabupaten/Kota Mutakhirkan Data Blankspot

Keterbukaan dalam Memberikan InformasiMenurut Ali, keterbukaan informasi dan penjelasan terkait hak dan kewajiban serta manfaat yang didapat ketika memutuskan menjadi pelanggan Asuransi Astra sangat detail. Kenyamanan yang ditawarkan Asuransi Astra membuatnya memutuskan menjadi pelanggan setia Asuransi Astra sampai pada kendaraan kedua.

"Sampai hari ini saya belum pernah klaim, tapi bagi saya asuransi kendaraan itu sangat penting. Karena, kita tidak tahu apa yang terjadi hari ini atau besok ketika kita berkendara," tandasnya.

Segala pertanyaan dan kekhawatiran Ali sejak menjadi pelanggan setia Asuransi Astra selalu mendapat respon positif. Ayah satu anak ini mengaku sejak memutuskan memilih Asuransi Astra untuk kendaraan keduanya, Inova Reborn, Ali tak perlu khawatir saat menikmati akhir pekan bersama keluarga atau melakukan aktivitas sehari-hari hingga ke luar kota.

Asuransi Astra memasuki tujuh dekade tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pelanggan. Edukasi serta literasi keuangan kepada masyarakat menjadi bagian dari perjalanan Asuransi Astra menapaki usia hingga 70 tahun.

Baca Juga: Kapolres Simalungun Buka Layanan "Hallo Kapolres", Warga Bisa Adukan Masalah Langsung via WhatsApp

Asuransi Astra tidak berhenti sampai dititik itu. Asuransi Astra terus melakukan inovasi terutama dalam perjalanan tujuh dekade. Tidak hanya berfokur pada pelayanan tapi juga perlindungan bagi seluruh pelanggan.

Masih ingat slogan "Don't Worry Be Happy" dan hari ini kita lebih akrab dengan slogan "Peace of Mind", dimana kalimat ini menggambarkan evolusi komitmen layanan Asuransi Astra (terutama produk Garda Oto) dalam memberikan kenyamanan bagi pelanggannya dari masa ke masa.

Sekadar mengenang sejarah, slogan "Don't Worry Be Happy" digunakan Garda Oto saat pertama kali diluncurkan pada tahun 1995 dan ingin memastikan bahwa ketika pelanggan mengalami risiko di jalan (seperti kecelakaan atau mobil mogok), mereka tidak perlu stres atau panik.

Masalah tersebut akan diurus sepenuhnya oleh pihak asuransi sehingga pelanggan bisa tetap tenang dan bahagia. Era inilah yang melahirkan layanan ikonik seperti bantuan darurat jalan raya Garda Siaga.

Baca Juga: Rico Waas Tegaskan Puskesmas Tuntungan Harus Rampung Tepat Waktu

Seiring perjalanan waktu, slogan dan visi Asuransi Astra berevolusi menjadi "Peace of Mind" dimana makna yang terkandung di dalamnya lebih tinggi dari sekadar "jangan khawatir". Peace of Mind berarti memberikan ketenangan jiwa secara menyeluruh dan berkelanjutan. Rasa aman tidak hanya hadir saat klaim terjadi, proses klaim juga menjadi lebih mudah karena didukung teknologi yang semakin maju. Klaim dari mana saja bisa dilakukan saat ini. Bentuk layanan juga ikut berevolusi dari sistem konvensional ke era digital.

Slogan dari Don't Worry Be Happy sampai Peace of Mind" ikut menjadi bagian dari perjalanan Asuransi Astra yang bertransformasi tidak hanya sekadar solusi penyelamat saat ada masalah kendaraan, namun menjadi sebuah mitra hidup yang memberikan rasa aman dan ketenangan pikiran setiap saat.

Tujuh dekade bukanlah perjalanan yang singkat bagi Asuransi Astra, dalam setiap denting waktunya, terukir momen yang selalu dijadikan sebagai refleksi untuk menjadi lebih baik lagi. Dari dulu, sekarang, dan hingga nanti, tujuan Asuransi Astra selalu sama, yaitu memberikan ketenangan bagi siapa saja yang membutuhkan perlindungan yang andal.

Baca Juga: Gema Karya #TujuhDekadeAsuransiAstra, Menjaga Kepercayaan, Memberikan Ketenangan

Editor
: James Pardede

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Perkuat Layanan Kesehatan Primer, Asuransi Astra Dorong Upaya Pencegahan Stunting di Padang

Ekonomi

MARA CW Desak Evaluasi Pelayanan Perumda Tirtanadi, Soroti Minimnya Transparansi Tagihan Akibat Kebocoran

Ekonomi

Komitmen Pelayanan Kesehatan inklusif, responsif, dan Berorientasi Kerakyatan di Medan Belawan.

Ekonomi

Perkuat Standar Layanan Terpercaya, JNE Raih Sertifikasi Halal untuk Layanan Logistik dari BPJPH

Ekonomi

Ombudsman RI Perwakilan Sumut Lakukan Penilaian Maladministrasi di Polres Labuhanbatu

Ekonomi

32 Kantor Imigrasi Berganti Nama, Optimalkan Layanan kepada Masyarakat