Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Swasembada Garam 2015 Bukti Inkonsistensi Pemerintah
Swasembada

Swasembada Garam 2015 Bukti Inkonsistensi Pemerintah

Admin - Minggu, 11 Januari 2015 11:08 WIB
google
Swasembada Garam 2015
JAKARTA - Matatelinga, Pemerintah menargetkan swasembada garam RI tercapai pada 2017. Meski begitu, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti tetap ingin swasembada garam tercapai tahun 2015 ini.

 

Anggota DPR Komisi IV Rofi Munawar menilai bahwa proses perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi harus dilakukan dengan seksama dalam realisasi program swasembada garam, sebelum secara tergesa-gesa membuat target. Hal menimbulkan kesan pemerintah tidak konsisten.

“KKP harus menjelaskan roadmap swasembada garam yang sedang disusun saat ini serta bagaimana proses implementasi dan teknis koordinasi multisektor yang akan dilaksanakan. Di sisi lain dalam tata niaga, importasi garam yang selama ini dilakukan harus dibuka secara transparan dalam proses maupun peruntukannya,” kata dia dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (11/1/2015).

Anggota parlemen dari Jatim ini mengingatkan, jika pemerintah serius tentu semuanya bisa terealisasi dan tercapai dengan baik, namun apa yang tergambar dalam tiga bulan terakhir masih menunjukan bahwa proses koordinasi dan komunikasi antar kementerian masih buruk.

Menteri Susi ingin swasembada garam akhir 2015, namun ironisnya keinginan tersebut bertolak belakang dengan road map garam yang dibuat KKP dengan Kementerian Kerdagangan bahwa swasambeda garam baru dapat dilakukan 2017.

Berdasarkan data dari KKP sepanjang tahun 2014, konsumsi garam nasional mencapai 3,8 juta ton. Dengan capaian produksi garam nasional sebanyak 2,2 juta ton, selama ini kepemilikan lahan garam rakyat hanya seluas 0,27 hektare per orang dengan produktivitas garam rakyat sekitar 80-90 ton per hektar per musim. Adapun saat ini total kebutuhan garam industri nasional yang mencapai hampir 1,8 juta ton diimpor dari Australia, Tiongkok, Eropa, dan negara lainnya.

(Fit/Okc)


Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Jangan Lewatkan Pertandingan Arsenal vs Manchester City di Community Shield

Ekonomi

Gaya Hidup Sehat Remaja: Kunci Menciptakan Generasi yang Produktif dan Berkualitas

Ekonomi

Membangun Manusia, Bukan Sekadar Infrastruktur

Ekonomi

Halte Bus Listrik di Jalan Gatot Subroto: Solusi Transportasi atau Sumber Kemacetan Baru?

Ekonomi

Macet Hari Ini, Harapan untuk Medan Esok Hari

Ekonomi

Hari Lahir Pancasila: Di mana Peran Mahasiswa?