JAKARTA - Matatelinga, Harga minyak dunia sepertinya masih betah berada di level terendah mendekati USD45 per barel. Harga ini merupakan harga terendah dalam untuk pertama kali dalam enam tahun ini."Harga minyak tertekan ini karena permintaan melemah di pasar internasional, dan persediaan melimpah diharapkan dapat mengambil tempat di Amerika Serikat," kata Analis Citi Futures Timothy Evans, Selasa (13/1/2015).Harga minyak di pasar futures di New York turun 1,7 persen. Harga minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Februari turun sebanyak 77 sen menjadi USD45,30 per barel di perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange.Brent untuk pengiriman Februari turun sebanyak 78 sen atau 1,6 persen ke USD46,65 per barel di London berbasis ICE Futures Europe Exchange. Minyak mentah patokan Eropa diperdagangkan pada premi USD1,30 terhadap WTI.Stok minyak mentah AS diprediksi naik menjadi 384,1 juta barel. Persediaan telah naik menjadi hampir 8 persen, di atas tingkat rata-rata lima tahun ini.Booming minyak telah didorong oleh kombinasi pengeboran horisontal dan hidrolik, atau fracking, yang telah membuka pasokan dari shale termasuk Eagle Ford dan Permian di Texas dan Bakken di North Dakota.OPEC, dengan 12 anggotanya, memasok sekitar 40 persen dari minyak dunia, sepakat untuk mempertahankan target produksi kolektif mereka pada 30 juta barel per hari. Qatar memperkirakan surplus minyak mentah akan mencapai 2 juta per hari.(Fit/Okc)