JAKARTA - Matatelinga, Kawasan industri di Indonesia masih dirasa kurang berkembang (memble). Untuk itu, diperlukan insfrastruktur pendukung seperti insfrastruktur gas yang dimaksimalkan agar kawasan industri tersebut bisa berkembang.Direktur Pengembangan Fasilitasi Industri wilayah I Kemenperin I Gusti Putu Suryawirawan mencontohkan salah satu kawasan industri yang berada di kawasan ekonomi khusus (KEK), Kuala Tanjung dan Sei Mangkei di Sumatera Utara."Investor pasti bertanya ini kapan gasnya ada. Sedangkan tadi dibilang Pertagas sedang menarik pipa dari Medan. Lalu tetap yang jadi pertanyaan kapan gas tersebut akan mengalir," kata Putu di Menara Kadin, Jakarta, Selasa (13/1/2015).Putu menuturkan, kawasan industri Kuala Tanjung yang investasinya kurang lebih Rp4,5 triliun itu sudah dikomandoi oleh PT Inalum belum bisa berkembang lantaran masalah fasilitas infrastruktur gas yang belum terbangun."Jadi kita harapkan wilayah yang akan dikembangkan dan dialiri oleh gas harus memiliki penataan ruang idustri yang bagus," tambahnya.Untuk kawasan industri Sei Mangkei yang dikomandoi oleh PT Unilever Olechemical ini akan lebih berfokus pada pengembangan produk crude palm oil (CPO) yang memiliki ratusan produk hilirisasinya."Padahal turunan dari CPO ini hilirisasinya 500 produk lebih, itu baru hanya sabun, ke depan kalau ini jadi maka sabun yang mereknya dove itu tidak ada yang berasal dari Thailand, tetapi sudah dari dalam negeri," tukas dia.(Fit/okc)