JAKARTA - Matatelinga, Walaupun negara lain memangkas target pertumbuhannya karena perekonomian global yang belum menunjukkan perbaikan. Namun, Presiden Joko Widodo (Jokowi) optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia mampu tumbuh baik tahun ini."Ini data-data yang saya punya, proyeksi pertumbuhan ekonomi Eropa hanya 3-3,1 persen. Tapi di Indonesia bisa sampai 5,8 persen. Yang jelas negara-negara lain turun, kita optimistis naik," tegas Jokowi dalam acara Indonesia Outlook 2015 di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (15/1/2015).Kendati demikian, pertumbuhan ekonomi ini bisa capai asalkan realisasi penyerapan anggaran pemerintah. Untuk itu, mantan Gubernur DKI Jakarta ini akan tetap memantau setiap proyek pembangunan di seluruh kementerian."Ini tergantung realisasi penyerapan. Ini saya ikuti kegiatan satu per satu. Dari APBN sendiri akan mempengaruhi pertumbuhan berkisar 1,2-2,1 persen," imbuhnya.Jokowi mengatakan, jika keadaan tersebut terus berjalan dengan baik, maka dalam lima tahun ke depan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai 7 persen. "Namun, pencapaian tersebut bukan hanya dari pemerintah tetapi juga dari investasi swasta yang masuk. Makanya kita buka One Stop Service," tukasnya.Sekadar informasi, World Bank kembali merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk 2015 sebesar 5,2 persen. Padahal, pada Juni 2014 lalu, World Bank menaksir ekonomi RI bisa tumbuh 5,6 persen. Begitu juga proyeksi pertumbuhan ekonomi untuk tahun 2016 yang sebesar 5,5 persen, turun dari sebelumnya 5,6 persen.World Bank menyebut, ekonomi kawasan Asia Pasifik juga akan melambat seiring melemahnya ekonomi global yang hanya tumbuh 6,9 persen di 2014. Ekonomi di kawasan ini sangat rentan dipengaruhi oleh recoveri ekonomi global, melambatnya ekonomi China, serta volatilitas pasar modal.(Fit/Okc)