JAKARTA - Matatelinga, Infrastruktur sektor minyak dan gas (migas) di Indonesia saat ini masih sangat minim. Hal tersebut menjadi salah satu pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan pemerintah ke depannya.Plt Dirjen Migas Kementerian ESDM I Gusti Nyoman Wiratmaja mengakui PR pemerintah di sektor migas banyak sekali. Dia juga bahkan menyebut penyediaan energi gas di Indonesia bak benang kusut."Penyediaan energi gas di Indonesia seperti benang kusut. Ini kita akan sederhanakan," kata dia dalam acara acara Talkshow Infrastruktur Migas 2015 di Hotel Sultan Jakarta, Senin (28/1/2015).Nyoman menyebut, Indonesia memiliki infrastruktur gas yakni SPBG yang dibangun sejak tahun 1980an sebanyak 43 SPBG. Dari 43 SPBG tersebut saat ini yang bisa beroperasi hanya setengahnya saja karena pemakainya tidak ada."Malu sama Thailand. Mereka saja gas impor, tapi jumlah SPBG-nya mampu melayani semua penduduknya," ujar dia.Sementara itu, di sektor minyak pun Indonesia tak kalah ketinggalan dengan negara tetangga lainnya seperti Vietnam. Nyoman menyebut, saat ini cadangan minyak Indonesia bahkan kalah dengan Vietnam. Padahal negara tersebut terbilang baru merdeka."Indonesia tidak mempunyai cadangan penyanggah. Vietnam yang abis perang punya cadangan 37 hari sedangkan Indonesia 0 hari," kata dia.Dia mengakui kondisi ini merupakan kelemahan pemerintah. Maka itu, pihaknya mengklaim sedang membangun kilang di daerah Bontang dan Arun. Selain itu, pihaknya juga mengajak para investor untuk ikut dalam hal ini."Harga murah minyak yang ada kita tidak menyimpan itu kelemahan saya (pemerintah). Jika saudara-saudara punya. Tangki-tangki bisa diperbaiki dan dibersihkan kita bisa gunakan," ujarnya. Seperti dilansir laman okeone.com, Rabu (28/1/2015)(Fit)