JAKARTA - Matatelinga, Permintaan pemerintah untuk memberikan Penyertaan Modal Negara (PMN) pada perusahaan BUMN dianggap seperti melempar uang ke lobang tanpa dasar. Hal ini seperti dikatakan oleh Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Harry Azhar Aziz."Jangan negara itu melempar uang PMN ke lobang tanpa dasar, nanti hilang uangnya," kata dia di kantornya, Rabu (4/2/2015).Harry menambahkan, pihak BPK telah mendapat temuan ganjil dari laporan keuangan beberapa BUMN. Sehingga, dianggap ada beberapa BUMN yang layak dan kurang layak mendapatkan dana dari negara tersebut."Komisi XI ini meminta kita secara rinci memberikan data mana yang layak dan tidak layak mendapat PMN," kata Harry.Sebelumnya, pihak Komisi XI DPR memang mendatangi BPK untuk meminta pendapat terkait PMN yang diminta oleh pemerintah sebesar Rp72,9 triliun. Hal ini dilakukan sebagai langkah konservatif agar tidak terjadi kucuran dana yang tidak diperlukan."Kita sudah baca datanya, makanya kita ragu-ragu untuk BUMN yang kurang performance nya," kata Ketua Komisi XI DPR Fadel Muhammad. Dilansir laman okezone.com, Rabu (4/2/2015)(Fit)