JAKARTA - Matatelinga, Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyepakati asumsi dasar sektor energi yang diusulkan oleh Kementerian ESDM. DPR dan Kementerian ESDM menyepakati asumsi dasar sektor energi.Ketua Komisi VII, Kardaya Warnika, mengatakan bahwa yang pertama kali disetujui adalah minyak mentah Indonesia atau Indonesia Crude Product (ICP) sebesar USD60 per barel."Lifting migas 2.046 ribu BOEPD dengan minyak bumi 825 eibu BOPD dan gas bumi 1.221 ribu BOEPD, Volume BBM dan LPG bersubsidi, volume BBM bersubsidi 17,90 juta kl, dengan minyak tanah 0,85 juta kl, minyak solar termasuk biodiesel 10 persen menjadi 17,05 juta kl. Sedangkan untuk LPG 3kg 5,776 juta kl," kata Kardaya di Ruang komisi VII, Senayan, Jakarta, Rabu (4/2/2015).Selanjutnya, Komisi VII menyepakati subsidi listrik sebesar Rp66,15 triliun. Namun, Komisi VII meminta Menteri ESDM RI untuk melakukan penetapan harga BBM bersubsidi dilakukan setiap satu bulan sekali.Selain itu, Komisi VII sepakat dengan Menteri ESDM apabila pemerintah akan menambah kuota BBM bersubsidi untuk sektor tertentu seperti nelayan, pertanian, dan sebagainya, maka harus mendapatkan persetujuan Komisi VII DPR RI.Komisi VII juga meminta Menteri ESDM untuk menurunkan harga minyak solar bersubsidi, yang perhitungan dan pelaksanaannya diserahkan kepada pemerintah sesuai dengan peraturan yang berlaku.Rapat ini juga menyetujui besaran subsidi Bahan Bakar Nabati (BBN). Subsidi Biodiesel ditambah dari Rp1.500 per liter menjadi Rp4.000 per liter. Sedangkan subsidi Bioethanol ditambah dari Rp2.000 per liter menjadi Rp3.000 per liter. Subsidi tersebut hanya berlaku untuk campuran BBN ke BBM bersubsidi, sedangkan untuk ke BBM non subsidi tidak mendapat subsidi.Menteri ESDM Sudirman Said mengatakan, peningkatan subsidi BBN ini sebagai upaya pemerintah melakukan disertifikasi energi dengan penyerapan BBN tetap berjalan. "Karena kalau kondisi harga minya global sedang turun memang berat untuk BBN, tetapi kalau kembali normal itu baik," katanya."saya sangat menghargai seluruh keseriusan dan pendalaman, bagi saya pembelajaran paling baik, meskipun ini adalah kegiatan rutin tahunan, tapi tahun ini amat istimewa karena ini hal yang fundamental, pertama berlaku subsidi dengan model tetap, lalu menyepakati subsidi yang diberikan menengah premium dihapuskan," tukas dia. Demikian dikutip laman okezone.com, Kamis (5/2/2015)(Fit)