JAKARTA - Matatelinga, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) terus berupaya mendorong perbaikan iklim investasi sektor padat karya. Industri padat karya merupakan salah satu inisiatif BKPM untuk mendukung target pemerintah menciptakan 2 juta lapangan kerja setiap tahun.Kepala BKPM Franky Sibarani menyatakan melalui kegiatan melalui Investor Forum diharapkan memperoleh masukan dari kalangan pelaku usaha tentang kebutuhan insentif yang dapat mendorong peningkatan investasi sektor industri padat karya, khususnya dalam bentuk perluasan investasi."BKPM menindaklanjuti dengan mendiskusikan kebutuhan pengusaha dari sisi insentif atau kebijakan yang dapat mendukung segera terealisasinya komitmen tersebut," ujarnya dalam siaran pers, Jakarta, Rabu (11/2/2015).Menurut dia, sebanyak 65,8 persen pekerja di Indonesia termasuk dalam kelompok 40 persen penduduk berpendapatan terendah. "Oleh karena itu dibutuhkan strategi penanggulangan kemiskinan melalui investasi padat pekerja," jelas dia.BKPM mencatat bahwa investasi di sektor industri padat karya terus mengalami kenaikan antara 20-40 persen setiap tahunnya dengan jumlah 1.528 proyek di 2014. Angka tersebut berkontribusi sebesar 15 persen terhadap total investasi PMA dan PMDN. Namun, kenaikan tersebut tidak diikuti dengan jumlah penyerapan tenaga kerja di sektor tersebut di mana justru mengalami penurunan sejak 2011, dari 337.305 pekerja menjadi 303.732 pekerja di 2014.Investor yang telah memperoleh izin kemudian difasilitasi oleh Tim Pengendalian dan Pelaksanaan untuk merealisasikan rencana investasi mereka, termasuk membantu perizinan di Daerah."Investor yang mengalami permasalahan terkait peraturan dan kebijakan akan difasilitasi oleh Tim Iklim Investasi yang bertugas melakukan tinjauan dan mendorong perbaikan kebijakan yang probisnis. Kepastian UMP Menjadi Kebutuhan Dunia Usaha Pelaku usaha yang hadir dalam forum menyatakan harapan agar pemerintah dapat memfasilitasi concern para pengusaha terkait Upah Minimum Provinsi (UMP)," tambahnya."Jika pemerintah dapat mengatasi permasalahan UMP, industri persepatuan tanah air akan semakin meningkat. Dalam 10 tahun terakhir saja nilai ekspornya selalu naik. Pada tahun 2014 ekspornya mencapai USD 4,5 miliar dan investasi sektor sepatu sebanyak 68 perusahaan. Apabila persoalan UMP dapat dipecahkan, saya yakin akan ada investasi 200 perusahaan baru. Jika rata-rata setiap perusahaan memiliki 10 ribu, akan tercipta 1 juta lapangan kerja dari industri ini," ujar Ketua Asosiasi Perusahaan Sepatu Indonesia (Aprisindo), Eddy Widjanarko.Para pelaku usaha juga mengungkapkan bahwa negara-negara ASEAN saat ini sangat aktif menggerakan sektor industri padat karyanya, sehingga dikhawatirkan nantinya Indonesia kalah bersaing dan hanya menjadi target pasar produk mereka. Dilansir laman okezone.com, Rabu (11/2/2015)(Fit)