JAKARTA - Matatelinga, Presiden Joko Widodo (Jokowi) angkat bicara mengenai terkaparnya kembali nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Tercatat, pada pembukaan perdagangan tadi pagi, mata uang Garuda di level Rp12.800-an per USDMenurut Jokowi, pelemahan ini lebih kepada faktor eksternal yang dimana makin anjloknya harga minyak dunia."Ini faktor eksternal, sekarang ini paling mempengaruhi. Jadi faktor eksternal baik yang berkaitan harga minyak terus turun, semuanya berpengaruh faktor eksternal," kata Jokowi di JCC Senayan, Jakarta, Kamis (12/2/2015).Jokowi pun menegaskan, kondisi di dalam negeri cukup baik. Hal ini dapat dilihat dari semakin sehatnya ruang fiskal serta inflasi yang dapat dikendalikan. Terbukti, pada bulan Januari mengalami deflasi 0,24 persen."Tapi yang jelas fiskal kita sekarang sudah sehat, inflasi sudah bisa dipegang. Kemudian yang berkaitan dengan neraca juga sudah semakin baik," tegas Jokowi.Kendati demikian, untuk memperbaiki nilai tukar Rupiah agar stabil memang membutuhkan waktu yang tidak sebentar. "Tapi ini kan memerlukan waktu. Saya ini baru tiga bulan lebih dikit lho," tukasnya.Seperti diketahui, nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih melemah karena apresiasi yang terjadi pada mata uang Paman Sam tersebut. Rupiah dibuka terkoreksi ke level Rp12.800 per USD. Demikian dikutip laman okezone.com, Kamis (12/2/2015)(Fit)