JAKARTA - Matatelinga, Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro berjanji akan cepat mencairkan suntikan modal atau Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada 35 BUMN yang total dananya sekira Rp64,8 triliun.Bambang menjelaskan, pemerintah tengah membuatkan payung hukum terkait dengan pencairan suntikan modal tersebut. Tentunya, sambung Bambang, dana tersebut akan diprioritaskan kepada BUMN yang sudah siap untuk menggunakannya."PMN tergantung siapa yang siap. Kita segera buat Permen pencairan PMN tersebut," kata Bambang di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (13/2/2015) kemarin.Sebelumnya, Badan Anggaran (Banggar) DPR telah menyetujui belanja RAPBN-P 2015 senilai Rp1,984 triliun. Persetujuan tersebut berdasarkan kesepakatan 10 Fraksi Partai yang hadir dalam Rapat Kerja Banggar dengan beberapa kementerian.Adapun asumsi makro RAPBN-P 2015 yang disetujui, sebagai berikut:- Pertumbuhan ekonomi 5,7 persen,- Inflasi 5 persen- Suku bunga Surat Perbendaharaan Negara (SPN) 3 bulan 6,2 persen- Nilai tukar rupiah Rp12.500 per USD- Harga minyak Indonesia (ICP) USD60 per barel- Lifting minyak 825 ribu barel per hari- Lifting gas 1,22 juta barel setara minyak per hari.Untuk penerimaan negara ditargetkan Rp1.761,6 triliun dengan defisit sebesar Rp225,5 triliun atau 1,9 persen dari PDB. Untuk penerimaan negara dari perpajakan non migas, pemerintah menargetkan Rp1.439,7 triliun dengan tax ratio sekira 13,69 persen.Untuk target penerimaan negara bukan pajak (PNBP) minerba ditargetkan Rp52,2 triliun, PNBP kehutanan Rp4,7 triliun, PNBP perikanan Rp578,8 miliar, PNBP Kemenhum HAM Rp4,26 triliun. Dengan dividen BUMN ditargetkan Rp36,9 triliun," paparnya.Untuk subsidi energi, yang dialokasikan adalah untuk elpiji Rp64,6 triliun dan listrik Rp73 triliun. Suntikan modal atau penyertaan modal negara (PMN) untuk BUMN ditetapkan Rp64,8 triliun. Dilansir laman okezone.com, Sabtu (14/2/2015)(Fit)