JAKARTA - Matatelinga, Harga beras dalam negeri saat ini bergejolak dan naik tidak terkendali. Pagi ini saja, harga beras di Pasar Induk Cipinang rata rata naik Rp 2.200 per kilogram. Harga beras biasa saat ini sudah menyentuh harga Rp 10.200 per kilogram, sedangkan beras jenis premium Rp 12.000 per kilogram yang biasanya hanya Rp 10.000 per kilogram.Ketua Harian Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu, Prakoso Wibowo mengatakan kenaikan harga komoditas paling sensitif ini terjadi karena nafsu besar Presiden Joko Widodo yang tidak diimbangi dengan kemampuan. Presiden Jokowi ingin menerapkan Program Kartu Indonesia Sejahtera Dengan menggantikan Raskin dengan e-money atau uang elektronik hingga. Dengan cara ini, Prakoso menilai pembagian beras raskin tidak dibagikan ke masyarakat yang masuk kategori miskin."Akibatnya nafsu besar kemampuan engga ada dari menteri terkait Jokowi untuk mengubah manajemen pembagian raskin, akhirnya masyarakat yang berpenghasilan rendah tidak dalan kategori miskin dan masyarakat menengah seperti buruh,sopir angkot ,tukang ojek ,nelayan menderita akibat kenaikan harga Beras," ucap Prakoso.Menurut Prakoso, naiknya harga beras terjadi karena kenaikan harga gabah dari sawah maupun dari penggilingan. Hal ini kemudian berimbas pada lonjakan harga beras di tingkat eceran. Akibat kenaikan harga gabah memaksa perusahaan beras membeli gabah dengan harga lebih mahal. Secara hukum ekonomi, pengeluaran belanja yang lebih besar akan membuat harga jual yang dibebankan kepada konsumen menjadi lebih tinggi."Ketidakmampuan Pemerintahan Jokowi menangani buffer stock beras akibat para menteri yang menangani buffer stock beras kurang kompeten juga menyebabkan harga beras melonjak naik tetapi juga tidak memberikan peningkatan kesejahteraan bagi petani," katanya. Dilansir laman merdeka.com, Selasa (24/2/2015)(Fit)