NEW YORK - Matatelinga, Harga minyak berjangka turun tajam seiring meningkatnya persediaan minyak akibat fenomena boom shale di Amerika Serikat (AS). Harga minyak dunia kembali anjlok di bawah USD50 per barel atau turun hingga 2 persen untuk pertama kalinya selama dua minggu.Melansir Reuters, Jumat (27/2/2015), harga minyak jenis Brent untuk pengiriman April turun USD1,8 atau 2,56 persen menjadi USD60,06 per barel, dari puncak intraday di posisi UUSD62,63 per barel. Sementara harga minyak mentah AS pada April turun USD2,82 atau 5,53 persen menjadi USS48,17 per barel. Seperti dikutip laman okezone.com, Jumat (27/2/2015)Merosotnya harga minyak Brent ini dipicu akibat munculnya harapan permintaan global yang akan meningkat dan kekhawatiran geopolitik mempengaruhi pasokan energi dari Libya dan Rusia.Pemulihan harga minyak Brent meski masih lebih rendah dari posisi dalam enam tahun di USD45,19 pada bulan Januari dipicu tanda-tanda bahwa harga yang lebih rendah mulai mengurangi investasi negara-negara non-OPEC."Tapi menghentikan pertumbuhan produksi tidak sama dengan menurunkan produksi," kata salah seorang broker minyak mentah di Texas.(Fit)