JAKARTA - Matatelinga, Kenaikan harga BBM menjadi Rp6.800 per liter diprediksi tidak akan terlalu mempengaruhi inflasi pada Maret. Kenaikan sebesar Rp200 ini tidak terlalu dirasa terlalu berat oleh masyarakat Indonesia."Ini kan sangat kecil sekali, Rp200. Dulu publik kita pernah mengalami BBM naik hingga Rp8.500. Selama ekspektasi publik belum terganggu engga akan terjadi inflasi karena kenaikan BBM ini. BBM sama sekali tidak mempengaruhi inflasi ," kata Pengamat Ekonomi Hendrawan Supratikno,Seperti dilansir laman okezone.com, Senin (2/3/2015).Pihaknya justru menyebut inflasi pada Maret justru terjadi apabila harga beras masih tidak bisa dikendalikan oleh pemerintah. Misalnya, jika panen kembali terlambat, maka diprediksi akan terjadi inflasi 0,5 sampai 1 persen.Sementara itu, untuk menjaga inflasi akibat ketidakstabilan harga beras ini tidak terjadi di bulan Maret, dirinya menyarankan agar pemerintah lebih serius dalam mengendalikan harga beras."Dalam konteks nasional misalnya masalah distribusi. Misalnya transportasi diperbaiki dan pergudangan diperbaiki. Kalo dipermainkan oleh spekulan, pemerintah harus tegas. Dengan bertekad untuk tidak impor beras, itu artinya pemerintah bermain layang-layang dengan mafia," tutup dia.Seperti diketahui, pemerintah menaikkan harga BBM jenis premium per 1 Maret sebesar Rp200. Sementara untuk harga minyak tanah dan solar dinyatakan tetap. (Fit)