JAKARTA - Matatelinga, Wakil Presiden Jusuf Kalla santai menanggapi ancaman pembatalan misi dagang Australia dengan Indonesia. Menurutnya, pemboikotan sebagai bentuk protes atas keputusan Indonesia mengeksekusi mati dua warga Australia terlibat perdagangan narkoba justru bakal merugikan peternak sapi di negara koloni Inggris tersebut.Sebab, Indonesia adalah negara pengimpor utama daging sapi AustraliaSecara umum, Indonesia masih mengalami defisit perdagangan dengan Australia. Di mana, Indonesia lebih banyak mengimpor ketimbang ekspor."Jadi kalau terjadi begitu (boikot misi dagang dan putusnya hubungan dagang) maka yang paling protes itu penggembala sapi di sana (Australia). Kita gampang, kita beli dari negara lain," kata Jusuf Kalla saat berbincang dengan merdeka.com di ruang kerjanya, kemarin.Indonesia, menurut JK, sudah memiliki sederet daftar negara bersiap menjadi pemasok daging sapi. Di antaranya, Selandia Baru, India, hingga China. Seperti dilansir laman merdeka.com, Selasa (10/3/2015)"Kami lebih baik beli dari Jepang dan China lebih murah. Kalau tidak mengimpor sapinya, itu masalah juga bagi dia (Australia), jadi dagang itu 2 belah pihak."(Fit)