JAKARTA - Matatelinga, Melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di kisaran Rp13.200 per USD diyakini tidak akan menjadi ancaman untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-Perubahan) 2015.Hal ini dipertegas oleh Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro usai rapat terbatas (ratas) dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Kantor Presiden. Bambang menjelaskan, gejolak nilai tukar yang terjadi pada 2014 memperlihatkan bahwa APBN dalam ancaman karena masih adanya pemberian subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM)."Karena disertai dengan kenaikan harga minyak. Maka akan membuat subsidi BBM melambung begitu besar sehingga defisit akan melewati 3 persen. Itu cerita kalau tahun lalu," jelas Bambang di Istana, Jakarta, Rabu (11/3/2015).Dia menambahkan, pada tahun tersebut, pemerintah harus segera merespons dengan menaikkan harga BBM atau memotong anggaran seperti tahun lalu untuk menyelamatkan APBN."Dengan reform subsidi dengan kita sudah tidak ada subsidi Premium dan subsidi tetap untuk Solar. Maka perubahan kurs ini tidak akan berpengaruh, Rupiah bergejolak APBN aman," imbuhnya. Dilansir laman okezone.com, Rabu (11/3/2015)Di tempat yang sama, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo menyebut bahwa, Presiden Jokowi sudah memberikan arahan untuk segara berkomitmen merealisasikan APBN-Perubahan 2015. "Jaga penerimaan negara, Presiden betul-betul minta APBN dijalankan dengan baik," tukasnya.(Fit)