Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Rupiah Masih Menanti Terhentinya Penguatan Dolar
Pelemahan Rupiah

Rupiah Masih Menanti Terhentinya Penguatan Dolar

Admin - Jumat, 13 Maret 2015 08:52 WIB
google
Ilustrasi
JAKARTA - Matatelinga, Pergerakan nilai tukar Rupiah diperkirakan akan berada pada kisaran level support Rp13.065 per USD dengan resistance Rp13.240 per USD. Rupiah masih berada pada titik lemahnya.

Analis PT Universal Broker Indonesia Alwi Assegaf mengungkapkan,jika isu kenaikan suku bunga The Fed masih tetap membayangi sentimen rupiah. Namun indeks Dolar Amerika Serikat (AS) telah berada di area resistance cukup tinggi, menyebabkan adanya pemulihan untuk Dolar.

"Tetapi penguatan dolar AS bisa terhenti, karena profit taking saja dan adanya koreksi dari dolar kemungkinan akan sedikit meredam pelemahan rupiah. Apalagi jika dilihat perdagangan kemarin rupiah menguat tipis, Dolar AS terkoreksi meskipun juga mata uang lainnya seperti Euro, Poundsterling masih mengalami pelemahan," papar Alwi.

Lebih lanjut Alwi menjelaskan,kemungkinan penguatan Dolar AS yang cukup dalam sebabkan Dolar AS justru terkoreksi. Berpotensi meredam sedikit tekanan terhadap Rupiah.

"Karena dolar AS sudah menguat tajam 12 tahun di level tertinggi,maka wajar kalau terkoreksi. Koreksi dolar AS ini dapat berdampak positif dan kemungkinan akan redam pelemahan yang terjadi saat ini dan masih tetap berada di level 13.000 karena itukan tadinya menjadi level psikologis tetapi kini menjadi level support," imbuh dia.

"Karena Yellen kan sejauh ini selalu memakai kata bersabar untuk kenaikan suku bunga The Fed tidak akan buru-buru menaikkan suku bunga.Kalau kata bersabar itu masih digunakan maka dolar terkoreksi membuat Rupiah bisa menguat tipis,tetapi kala kalo komerntar The Fed itu tidak dovish," jelasnya.

Namun karena kalau dilihat sebenarnya penguatan dolar AS juga membuat AS sendiri tidak bagus.Lantaran ekspor negara adidaya tersebut menjadi kurang kompetitif,dibandingkan negara lainnya yang justru berusaha melemahkan nilai tukar mata uang lainnya seperti Euro yang terus melemah akibat kebijakan European Central Bank (ECB) keluarkan stimulusnya.

"Ini bukan suatu kepanikan tapi ini merefleksikan kebijakan moneter AS dibanding Bank Central AS,ada pernyataan dari Ketua The Fed sendiri yang melihat situasi ekonomi global sedang lesu. Kemungkinan tidak akan terlalu terburu-buru kenaikan suku bunga dan masih waspada," tandasnya. Demikian dilansir laman okezone.com, Jumat (13/3/2015)

(Fit)


Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Gaya Hidup Sehat Remaja: Kunci Menciptakan Generasi yang Produktif dan Berkualitas

Ekonomi

Membangun Manusia, Bukan Sekadar Infrastruktur

Ekonomi

Halte Bus Listrik di Jalan Gatot Subroto: Solusi Transportasi atau Sumber Kemacetan Baru?

Ekonomi

Macet Hari Ini, Harapan untuk Medan Esok Hari

Ekonomi

Hari Lahir Pancasila: Di mana Peran Mahasiswa?

Ekonomi

IKAN SAPU - SAPU DI DANAU TOBA: SAAT SOLUSI MENJADI MASALAH BARU