JAKARTA - Matatelinga, Nilai tukar Rupiah terhadap dolar hingga saat ini belum menampakkan taringnya. Pagi ini, mata uang garuda ini masih betah berada di level Rp13.198 per USD.Penelusuran data Litbang , Sabtu (14/3/2015), sejak awal tahun, nilai tukar Rupiah terhadap dolar telah anjlok hingga 7 persen. Memasuki pertengahan Maret 2015, kurs Rupiah terhadap dolar sudah melampaui Rp13ribu per USD. Melemahnya Rupiah ini diprediksi karena dua faktor, yakni faktor eksternal dan internal.Berikut faktor-faktor yang menjadi penyebab melemahnya nilai tukar Rupiah serta cara pemerintah meredam gejolak dolar. Seperti dilansir laman okezone.com, Sabtu (14/3/2015)Faktor eksternal:- Rencana The Fed untuk menaikkan nilai suku bunga- Penyelesaian krisis Yunani yang menekan euro- Dana stimulus Eropa yang lebih banyak disalurkan dalam aset berbasis dolarFaktor internal:- Kenaikan permintaan dolar untuk pembayaran dividen- Pembayaran utang luar negeri (berbasis dolar) yang jatuh tempo- Mulai naiknya kebutuhan dolar untuk mengimpor bahan baku dan barang modal- Masih tingginya penggunaan dolar untuk perusahaan swasta dan BUMN.Cara pemerintah meredam gejolak Dolar:- Intervensi pasar uang, misalnya dengan membeli obligasi- Memperkecil defisit neraca transaksi berjalan- Mendorong proses transaksi dengan mata uang Rupiah- Mengurangi impor bahan bakar minyak dengan penggunaan biodiesel.Berikut pergerakan fluktuasi nilai tukar Rupiah berdasarkan data Litbang Okezone:- 24 Desember 2014 : Rp12.469- 7 Januari 2015 : Rp12.735- 30 Januari 2015 : Rp12.672- 18 Februari 2015 : Rp12.870- Maret 2015 : Rupiah tembus Rp13.200.(Fit)