JAKARTA - Matatelinga, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa ekspor Indonesia pada Februari 2015 sebesar USD12,29 miliar. Angka ini turun 16,02 persen dibanding Februari 2014.Kepala BPS Suryamin mengatakan, jika dibandingkan dengan Januari 2015, ekspor Indonesia terjadi penurunan juga sebesar 7,99 persen secara bulanan."Kita mengalami penurunan cukup besar di migas sebesar 8,82 persen. Hal ini karena penurunan yang cukup besar di ekspor gas," kata Suryamin di kantornya, Senin (16/3/2015).Ia menambahkan, untuk minyak mentah mengalami kenaikan ekspor 24,25 persen dan untuk hasil minyak turun 2,13 persen. Untuk nonmigas terjadi penurunan 7,83 persen di beberapa kelompok komoditi yang dominan seperti minyak dan lemak nabati kemudian perhiasan dan permata turun 29 persen."Ada beberapa komoditi turun dan Februari itu jumlah harinya 28 itu berpengaruh," imbuh Suryamin.Sedangkan untuk share terbesar secara kumulatif berasal dari lemak dan minyak hewani nabati sebesar USD 2,99 miliar dan bahan bakar mineral USD 2,90 miliar.Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Februari 2015 surplus sebesar USD738,3 juta. Demikian dilansir laman okezone.com, Senin (16/3/2015)(Fit)