JAKARTA - Matatelinga, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada 17 Maret 2015 memutuskan untuk mempertahankan BI Rate 7,50 persen dengan suku bunga Deposit Facility tetap 5,50 persen dan Lending Facility tetap pada level 8,00 persen.Menurut Pengamat Ekonomi LIPI Carunia Firdausy, alasan Bank Indonesia mempertahankan suku bunga ini karena untuk menahan laju inflasi."Persoalan sekarangkan rupiah kan mengalami pelemahan, maka ini akan mendorong laju inflasi. Makanya dipertahankan suku bunga agar keinginan masyarakat untuk mengkonsumsi impor dengan harapan masyarakat mau menyimpan rupiahnya," kata dia dalam acara Power Breakfast, MNC Business, Rabu (18/3/2015).Menurutnya, jika BI akan menaikkan suku bunga, tentu ini akan dirasa sangat sulit. Karena jika, suku bunga dinaikkan, maka akan merontokkan sektor rill dan UMKM."Sulit untuk dinaikkan (BI Rate), karena harus memperhatikan tarik menarik pasar modal dan pasar komoditas," ujarnya.Dirinya mengibaratkan tarik ulur suku bunga ini ibarat makan buah simalakama. Karena jika BI menaikkan suku bunga maka akan melemahkan sektor rill. Selain itu melemahnya Rupiah juga ikut merontokkan UMKM. Dilansir laman okezone.com, Rabu (18/3/2015)(Fit)