JAKARTA - Matatelinga, Pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) pada Maret. Namun menurut Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, jumlahnya belumlah cukup menyokong kebijakan pencabutan subsidi yang menahun pada 2013.Kebijakan harga BBM bukanlah langkah plin-plan, kata Bambang. Sebab, kita sejauh ini tak kembali ke hari-hari subsidi resmi, katanya kemudian dalam wawancara dengan The Wall Street Journal.“Pertamina tidak menyubsidi,” sahut Bambang. Sebagai suatu korporasi, Pertamina akan tetap menangguk laba dalam waktu yang panjang.Untuk periode hingga beberapa bulan mendatang, “kita bisa mencari cara demi memberikan kompensasi bagi Pertamina, tanpa kembali memperkenalkan subsidi ke sistem.”Dia enggan menjabarkan bentuk serta rincian kompensasinya. Yang jelas, langkah Pertamina bakal tetap mempertimbangkan penurunan harga bahan bakar sedunia diiringi rencana kenaikan ekspor minyak Iran.Beberapa waktu sesudah terpilih pada tahun silam, Presiden Joko Widodo (Jokowi) berjanji bakal mengakhiri kebijakan subsidi yang turut menggerogoti anggaran negara. Sejumlah ekonom menyambut baik langkahnya. Menurut pakar ekonomi, anggaran subsidi semestinya dapat digunakan untuk membangun dan memperbaiki infrastruktur Indonesia yang cenderung rumpang.Bambang menyatakan, pemerintahan Jokowi menilai mekanisme penetapan harga BBM terkini pada tingkat penyesuaian. “Tentu saja, akan lebih baik jika bisa menyesuaikan secara bebas. Tapi semua masih dalam area politik. Jadi saya pikir, kita mesti berhati-hati menetapkan harga.”Agenda terbesar pemerintah adalah sungguh-sungguh mencabut subsidi. “Saya khawatir subsidi akan terjadi lagi,” papar Bambang. “Sekali subsidi diberlakukan, akan sulit untuk melepaskan diri,” tegas Bambang. Demikian dikutip laman okezone.com, Senin (13/4/2015)(Fit)