Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Pencabutan BBM Jenis Premium, Benarkah Untuk Bayar Utang ?
Bayar Utang Luar Negeri

Pencabutan BBM Jenis Premium, Benarkah Untuk Bayar Utang ?

Admin - Minggu, 19 April 2015 10:57 WIB
google
Ilustrasi

Matatelinga.com, Pemerintahan Presiden JokoWidodo memutuskan tidak lagi memberikan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenisPremium. Dengan kata lain, harga Premium dilepas sesuai harga keekonomian.

KetuaKoalisi Anti Utang (KAU) Dani Setiawan curiga pencabutan subsidi BBM jenispremium dialihkan untuk membayar utang. Dari data terbaru Bank Indonesia, utangluar negeri Indonesia, khususnya publik, menembus USD 134 miliar atau 45,1persen dari keseluruhan utang luar negeri Indonesia yang menyentuh USD 298miliar atau setara Rp 3.832 triliun.

Menurutnya,bisa saja pemerintah menggunakan ruang fiskal pencabutan BBM dan peningkatantarget penerimaan pajak untuk membayar utang luar negeri.

"Bisasaja seperti itu. Tapi pertanyaannya apakah subsidi dihapus untuk bayar utang?Berarti rakyat disuruh berkorban. Begitu subsidi dicabut lalu dibayarkanutang," ujar ujar Dani saat dihubungi merdeka.com, Sabtu (18/4).

Pemerintahseharusnya bisa lebih bijak. Membesarnya ruang fiskal setelah pencabutansubsidi BBM jenis premium idealnya bisa dimanfaatkan untuk membanguninfrastruktur yang memadai. Dengan begitu, pemerintah tidak perlu repot-repotcari utang untuk pembangunan sarana prasarana. Utang luar negeri pun bisadisetop.

"Karenaada ruang fiskal yang terbuka, dalam konteks utang Pemerintah harusnyamenghentikan proyek-proyek yang dibiayai utang. Karena anggaran subsidi dicabutharusnya ada ruang yang bisa dibiayai," jelasnya.

Membesarnyaruang fiskal tidak hanya berasal dari faktor pencabutan subsidi BBM jenispremium tapi juga datang dari perpajakan.

"Denganadanya target penerimaan pajak otomatis APBN kita punya potensi penerimaan yangcukup besar untuk biayai proyek yang dulu dibiayain utang," ucapnya.

Dengandua pertimbangan itu, seharusnya pemerintah bisa menyelamatkan diri darililitan utang. Sudah waktunya Indonesia tak jadi korban lembaga internasionalyang menjerat dengan iming-iming pinjaman.

"Intinyaini soal paradigma, niat. Apakah Pemerintah mau terus menerus jadi korbaneksploitasi korban internasional," ucapnya. Demikian dilansir lamanmerdeka.com, Minggu (19/4/2015)

 

(Fit)

 


Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Halte Bus Listrik di Jalan Gatot Subroto: Solusi Transportasi atau Sumber Kemacetan Baru?

Ekonomi

Macet Hari Ini, Harapan untuk Medan Esok Hari

Ekonomi

Hari Lahir Pancasila: Di mana Peran Mahasiswa?

Ekonomi

IKAN SAPU - SAPU DI DANAU TOBA: SAAT SOLUSI MENJADI MASALAH BARU

Ekonomi

Wartawan Matatelinga.com Raih Penghargaan PMI Labuhanbatu

Ekonomi

Matatelinga.com Meraih Juara Satu, Pembaca dan Pengunjung Terbanyak Pemberitaan Polda Sumut